• Kamis, 4 Juni 2026

Distribusi LPG di Parigi Moutong Menjadi Sorotan, Netizen Geram Atas Ketidakadilan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Rabu, 26 Maret 2025 | 21:18 WIB
Warga Parigi Moutong geram dengan distribusi gas LPG yang timpang, memicu seruan pengaduan dan diskusi tajam di dunia maya.
Warga Parigi Moutong geram dengan distribusi gas LPG yang timpang, memicu seruan pengaduan dan diskusi tajam di dunia maya.

Sulawesitoday - Warga Parigi Moutong kembali diliputi keresahan akibat distribusi gas LPG yang tidak merata. Unggahan dari akun Facebook @Icha Icha menjadi sorotan utama.

Dalam postingannya, sang pengguna mengungkapkan kekecewaan mendalam karena ketidakberdayaan warga dalam mendapatkan pasokan gas yang terbatas.

“Minta maaf ada yg tau tempat pengaduan buat agen gas. Saya ingin mengadukan ketidak berdayaan kami sebagai masyarakat. Mau beli gas saja susah, lambat sedikit katanya sudah habis. Lalu apa gunanya di data,” tulisnya, menyoroti ironi dari data yang seharusnya menjadi acuan distribusi.

Tak lama, postingan tersebut langsung tuai beragam komentar tajam dari netizen.

Salah satunya, seorang pengguna bernama Feby Febiola Ebhy menyindir, “Apa lagi dekat lebaran begini pasti suka-sukanya mereka kasih harga tinggi apa mereka pikir orang pasti butuh.”

Komentar ini memicu diskusi mengenai praktik penetapan harga yang dianggap sewenang-wenang.

Sebagian warga pun mengungkapkan perbandingan harga yang terjadi di pasaran. Ada yang menyatakan, “harga 55 ribu sedangkan uang dibawanya cuma 40 ribu,” menambahkan ironi dan rasa keprihatinan mendalam atas fenomena tersebut.

Di sisi lain, komentar dari Fitriani Mokodompit menegaskan bahwa sudah tersedia papan pengaduan dan nomer kontak di kantor bupati bagian ekonomi.

Menurutnya, “di papan pangkalan sudah ada nomor untuk pengaduan masyarakat, atau langsung saja kekantor bupati bagian ekonomi,” sebagai solusi atas permasalahan yang kerap terjadi saat suiping gas.

Beberapa warga pun menyarankan untuk menindaklanjuti masalah ini dengan langkah tegas, seperti memanggil pihak berwenang agar mengevaluasi dan, bila perlu, mencabut izin pangkalan yang dianggap tidak adil.

Tak sedikit pula yang menyampaikan bahwa distribusi gas di wilayah mereka dipenuhi berbagai alasan.

Baca Juga: Kepala Desa Buranga Diduga Salah Kelola Dana Desa dalam Berbagai Sektor

Seorang warga mengungkapkan kekecewaannya, “rumah saya dibelakang pangkalan gas tidak dikasih, sedangkan kios di dekat sini dikasih banyak.”

Unggahan tersebut menambah daftar panjang keluhan mengenai ketidakmerataan penyaluran gas di wilayah tersebut.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini