Baca Juga: Kepala Desa di Togean Masuk Rutan: Bukan Karena Dana, Tapi Karena Tangan
“Gerakan Buruh Indonesia lahir independen, bukan alat elite partai borjuis,” tegas perwakilan Gebrak.
Pernyataan ini mengingatkan akar sejarah gerakan buruh yang progresif, jauh dari kepentingan politik transaksional.
Aksi berakhir sore hari setelah orasi dan pembacaan tuntutan. Meski tertib, pesan mereka jelas: peringatan May Day 2025 bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan bangkit melawan struktur kekuasaan yang dinilai merugikan kelas pekerja.
Ogoh-ogoh Trump dan kepala babi bukan sekadar atraksi—melainkan cermin kritik tajam atas realitas sosial-politik Indonesia hari ini.
Artikel Terkait
Tiga Titik Aksi May Day di Sulteng, Polda Siagakan Strategi Pengamanan Terpadu
Morowali Siaga Maksimal untuk Aksi May Day 2025
Paripurna DPRD Parigi Moutong: Dari PSU Lancar hingga Sinergi Eksekutif-Legislatif untuk Pembangunan
Rp1,7 Miliar Bocor di Proyek SPAM Huntap, Dua Terpidana Dijatuhi Vonis Penjara
Kepala Desa di Togean Masuk Rutan: Bukan Karena Dana, Tapi Karena Tangan