Sulawesitoday - Di tengah terik siang, ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar parade ‘ogoh-ogoh’ dramatis di depan Gedung DPR.
Alih-alih menampilkan sosok wayang tradisional, mereka mengarak kepala babi dan figur Donald Trump sebagai simbol perlawanan terhadap kapitalisme dan oligarki.
Massa membawa poster besar berisi kata-kata “kapitalisme, oligarki, dan militerisme adalah musuh pekerja”.
Salah satu poster menampilkan Presiden ke-7 Joko Widodo diapit tikus berpakaian rapi dan pria berseragam, menandai sindiran tajam atas kebijakan yang dianggap pro-elit.
Beberapa demonstran bahkan berdandan seperti hakim, petugas pemerintahan, dan TNI, melukiskan representasi kekuasaan yang ditolak.
Parade ini menjadi bagian dari peringatan Hari Buruh alias May Day.
“Sejak dilantik Oktober 2024, kebijakan Prabowo–Gibran belum menunjukkan perlindungan struktural bagi rakyat,” teriak seorang orator mewakili Gebrak.
Ia menegaskan, rakyat yang selama ini mengalami kebijakan represif harus bersatu menentang kekuasaan yang menindas.
Gebrak menyerahkan lima tuntutan inti:
1. Cabut UU Cipta Kerja beserta seluruh aturan pelaksananya.
2. Sahkan RUU Ketenagakerjaan Pro Buruh; jamin kepastian kerja bagi PRT, pekerja ojol, kurir, medis, perikanan, pertanian, tambang, dan buruh migran.
3. Hentikan penggusuran pemukiman rakyat; jalankan reformasi agraria sejati dengan pemberian tanah dan teknologi pada petani kecil.
4. Tolak proyek strategis nasional (PSN) yang merusak lingkungan.
5. Cabut UU TNI; tolak militer masuk kampus, pabrik, dan desa; kembalikan militer ke barak.
Artikel Terkait
Tiga Titik Aksi May Day di Sulteng, Polda Siagakan Strategi Pengamanan Terpadu
Morowali Siaga Maksimal untuk Aksi May Day 2025
Paripurna DPRD Parigi Moutong: Dari PSU Lancar hingga Sinergi Eksekutif-Legislatif untuk Pembangunan
Rp1,7 Miliar Bocor di Proyek SPAM Huntap, Dua Terpidana Dijatuhi Vonis Penjara
Kepala Desa di Togean Masuk Rutan: Bukan Karena Dana, Tapi Karena Tangan