• Selasa, 21 Juli 2026

Masuk Sarang Buaya Viral, Pria Diterkam Saat Penonton Cuma Videoin

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 1 Mei 2025 | 19:10 WIB
Pria nekat masuk kandang buaya, diterkam di paha—penonton hanya rekam. Meski selamat, video ini jadi peringatan keselamatan satwa.
Pria nekat masuk kandang buaya, diterkam di paha—penonton hanya rekam. Meski selamat, video ini jadi peringatan keselamatan satwa.

Sulawesitoday - Jagat media sosial dihebohkan oleh video menegangkan: seorang pria nekat memasuki kandang buaya, hanya untuk langsung diterkam predator itu.

Adegan ini terekam akun X @Anak__Ogi, dan dalam sekejap memancing gelombang komentar warganet.

Dalam cuplikan singkat, pria berkemeja putih tampak berdiri di air kolam kerangkeng buaya.

Tanpa peringatan, seekor buaya besar menyambar dan menggigit paha kanannya. Caption unggahan tulisan, “Kok bisa ada di dalam situ, dan kok bisa orang-orang cuma videoin,” mencerminkan keheranan sekaligus kecemasan si perekam.

Meski detail lokasi dan alasan pria itu masuk kandang masih misteri, ada kabar menggembirakan: korban selamat.

“Alhamdulillah,” tulis akun lain yang mengunggah ulang video, menambahkan emoji jempol sebagai ekspresi lega. Namun, keselamatan nyaris jadi taruhan dalam momen dramatis ini.

Netizen pun menyorot dua hal utama: pertama, sistem keamanan kandang yang tampak bolong; kedua, sikap penonton yang lebih memilih merekam ketimbang menolong.

“Masuk kandang buaya langsung diterkam,” komentar seorang warganet. “Kenapa nggak ada penjaga? Kok bisa cuma nonton doang?” sahut lainnya.

Baca Juga: Gaji PPPK Bebani Daerah, Gubernur Sulteng Minta Pusat Ambil Alih

Insiden ini bagai alarm bagi pengelola tempat wisata satwa dan penangkaran. Jika pagar pengaman rapat dan petugas siaga, mungkin pria itu tak sempat nyelonong. Jika respons publik lebih sigap, luka korban bisa segera ditangani di lokasi.

Akhirnya, video viral ini menyimpan dua pelajaran keras: jangan pernah meremehkan insting buaya, dan nilai keselamatan harus didahulukan—bukan viral di media sosial. Sebab satu detik kelalaian, bisa berarti satu gigitan maut.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini