• Selasa, 21 Juli 2026

865 Rekening Judi Online Disapu Bareskrim, Tapi Cerita Besarnya Baru Dimulai

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 4 Mei 2025 | 03:02 WIB
865 rekening judi online disapu Bareskrim. Transaksinya Rp194,7 Miliar. Tapi proses ini belum selesai. Ini baru halaman pertama.
865 rekening judi online disapu Bareskrim. Transaksinya Rp194,7 Miliar. Tapi proses ini belum selesai. Ini baru halaman pertama.

Sulawesitoday - Judi online seperti monster air: dipotong satu kepala, tumbuh dua. Dan Bareskrim Polri kini tengah berusaha memotong semua kepala sekaligus—dengan angka yang tak main-main.

Rp194,7 miliar. Itu jumlah uang yang terdeteksi mengalir lewat 865 rekening yang kini sudah ditindak aparat. Angka itu bukan hasil sulap. Ia muncul setelah Bareskrim menerima delapan Laporan Hasil Analisis (LHA) dan 39 informasi dari PPATK.

Informasi itu bukan sekadar tumpukan kertas, melainkan peta menuju 5.885 rekening yang diduga jadi jalur uang haram dari praktik judi online.

Mata aparat lalu menelisik satu demi satu. Hasilnya, 18 laporan polisi diterbitkan, dan 164 rekening tambahan ikut disapu. Uangnya? Tambah Rp61,1 miliar. Bila ditotal, jumlah transaksi yang telah diamankan nyaris menyentuh seperlima triliun.

Namun, seperti biasanya, cerita seperti ini tak pernah benar-benar rampung. Komjen Pol Wahyu Widada, Kabareskrim Polri, menjelaskan bahwa masih banyak rekening yang belum selesai ditelusuri.

"Bukan berarti kita berhenti,” katanya di Mabes Polri, Jumat (2/5/2025). Kalimat itu terdengar seperti penegasan, sekaligus pengingat: kita baru di halaman pertama.

Sebab ini bukan soal angka semata. Ini soal bagaimana uang—dalam jumlah nyaris tak masuk akal—berpindah dengan begitu lincah di negeri yang katanya sedang serius memberantas judi digital.

Di balik tiap rekening, mungkin ada wajah, ada pengatur lalu lintas uang, atau justru orang yang tak tahu rekeningnya dipakai.

Baca Juga: Petugas Bandara Ini Sita Pisau Jemaah Calon Haji: Buat Masak di Makkah Kata Pemilik

Dan publik tahu, ketika angka sudah bicara, pertanyaan berikutnya adalah: siapa yang bermain di balik layar? Sebab uang sebanyak ini tak mungkin menari sendirian.

Proses hukum masih jalan. Begitu katanya. Tapi seperti biasa, jalan hukum di Indonesia sering bercabang, dan kadang berkabut.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini