Sulawesitoday - Jalanan yang biasanya hanya dihuni suara klakson dan deru mesin mendadak berubah jadi panggung emosi pada Sabtu sore (3/5). Sebuah video berdurasi kurang dari dua menit memperlihatkan sebuah rombongan motor gede (moge) bersenggolan dengan mobil pikap di depan pasar tradisional Banjarnegara. Tapi bukan benturan yang bikin viral—melainkan amarah yang meledak tak lama setelahnya.
Dalam video itu, seorang pria berbadan tegap turun dari moge-nya, membuka helm, dan mulai melontarkan kata-kata kasar ke arah sopir pikap yang tampak bingung dan cemas. Teriakan demi teriakan pecah di udara, disaksikan oleh puluhan pasang mata yang spontan merubung lokasi. Ada yang merekam. Ada yang menenangkan. Tapi banyak juga yang hanya menonton—seperti biasa.
Kronologi versi warga menyebut mobil pikap itu baru saja keluar dari parkiran pasar. Lalu lintas memang sedang padat. Posisi kendaraan saling tidak terlihat. Tabrakan pun tak terhindarkan. Namun ketika logika bisa memaklumi kecelakaan sebagai peristiwa tak disengaja, emosi justru berbicara sebaliknya.
Lalu lintas macet. Warga menumpuk di bahu jalan. Beberapa pengendara lain memilih putar balik. Yang lain menunggu sambil mengeluh. Polisi belum terlihat. Sementara amarah di tengah jalan belum juga reda.
Baca Juga: Plafon SMA 1 Randangan Roboh dan Dinding Warga Ambruk Akibat Guncangan 6,0 SR Goyang Pohuwato
Tak ada korban jiwa, hanya denting pelat dan ego yang tergores. Tapi kejadian ini menambah satu lagi potret jalanan kita: ketika kendaraan besar tak hanya mengambil tempat di aspal, tapi juga kadang di ruang emosi.
Moge bukan cuma soal mesin besar. Kadang, ia datang dengan suara yang lebih nyaring dari akal sehat.
Artikel Terkait
AI, Pers, dan Sisi Gelap Teknologi: Catatan dari Palu
Petugas Bandara Ini Sita Pisau Jemaah Calon Haji: Buat Masak di Makkah Kata Pemilik
865 Rekening Judi Online Disapu Bareskrim, Tapi Cerita Besarnya Baru Dimulai
Sertifikat Dipakai Kredit Tanpa Sepengetahuan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI: Kami Akan Kawal Sampai Balik
Plafon SMA 1 Randangan Roboh dan Dinding Warga Ambruk Akibat Guncangan 6,0 SR Goyang Pohuwato