Pertanyaannya: sampai kapan drama manusia silver ini berlangsung? Mereka bukan seniman jalanan, bukan juga korban tunggal.
Mereka berada di tengah—antara sistem yang tak kunjung pulih dan masyarakat yang kadang lebih iba daripada bijak. Kota ini butuh lebih dari sekadar razia rutin dan peraturan.
Butuh keberanian untuk jujur: bahwa di balik tubuh berbalut cat, ada cermin buram dari wajah urban yang gagal memberdayakan, tapi cepat sekali mengusir.
Artikel Terkait
Jejak Uang Sawit: Kejagung Amankan Triliunan Rupiah dan Ratusan Miliar dari PT Duta Palma dan Anak Usaha
Rp 4,6 Miliar untuk Bebas? Dua Hakim Surabaya Akhirnya Kecipratan Palu Vonis
Ubi Tomundo Menuju IG, Tim KI Kemenkum Sulteng Identifikasi 7 Potensi Produk Unggulan
Gubernur Anwar Hafid Larang Wisuda PAUD–SD, Pilih Kegiatan Kreatif untuk Kurangi Beban Orang Tua
Satu Jamaah Haji Kloter 20 Jawa Timur Meninggal Saat Penerbangan Menuju Madinah