• Minggu, 19 Juli 2026

Proyek Jalan Taopa Utara Rusak Berat Kurang dari Setahun, Kontraktor yang Sama Terlibat Skandal Puskesmas

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 20 Juli 2025 | 20:52 WIB
Proyek jalan Desa Taopa Utara rusak parah kurang dari setahun. Diduga gagal konstruksi, kontraktor disorot, dan terkuak terlibat proyek bermasalah lain.
Proyek jalan Desa Taopa Utara rusak parah kurang dari setahun. Diduga gagal konstruksi, kontraktor disorot, dan terkuak terlibat proyek bermasalah lain.

Sulawesitoday - Mengapa proyek peningkatan jalan Desa Taopa Utara, Parigi Moutong, yang belum genap setahun kini sudah rusak parah? Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulteng dan sejumlah kejanggalan menguak dugaan kuat adanya praktik "gagal konstruksi" dan keberanian kontraktor yang mengundang tanda tanya besar.

Belum genap setahun diresmikan, proyek peningkatan jalan di Desa Taopa Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, sudah menjadi sorotan tajam. Kondisi jalan yang baru dibangun itu kini bak "kubangan" penuh lubang dan retakan, membahayakan pengendara yang melintas. Sebuah situasi ironis, mengingat proyek ini sejatinya bertujuan untuk memudahkan mobilitas warga.

Kerusakan yang begitu cepat ini tidak pelak memicu pertanyaan besar. Berdasarkan informasi dan sejumlah foto yang diterima awak media dari warga setempat, kondisi rabat beton yang dikerjakan oleh CV BCS itu dipastikan masuk kategori gagal konstruksi.

Indikatornya jelas: terlihat retakan halus, retakan struktural yang lebih dalam, dan bahkan penurunan elevasi pelat atau slab yang berpotensi menyebabkan kecelakaan. Padahal, seharusnya proyek ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan malah menjadi ancaman baru.

  • Keberanian "Aneh" Sang Kontraktor di Tengah Larangan

Yang membuat publik geleng-geleng kepala adalah fakta di balik pembangunan jalan ini. Penelusuran menunjukkan, proyek rabat beton peningkatan jalan Desa Taopa Utara ini sebenarnya sudah pernah ditegur dan bahkan diperintahkan untuk tidak dilanjutkan.

"Sempat berhenti pak, saat itu sudah diperintahkan untuk tidak dilanjutkan. Tapi mereka tetap lanjutkan pekerjaannya, aneh juga," tutur seorang warga yang enggan disebut namanya.

Namun, entah keberanian dari mana, pihak kontraktor tetap melajutkan progres pekerjaannya. Akibatnya, proyek ini pun berujung menjadi temuan BPK. Meski pihak kontraktor kemudian mengembalikan sebagian kerugian negara akibat amburadulnya pekerjaan rabat beton itu, hal ini tidak serta-merta memberikan manfaat maksimal bagi warga pengguna jalan. Pengembalian dana, seolah tak sebanding dengan kerusakan yang terus menganga.

Keberanian kontraktor untuk tetap melanjutkan pekerjaan, padahal sudah ada permintaan penghentian dari instansi terkait, jelas mengundang tanda tanya besar. Apakah ada "kekuatan" di belakang CV BCS ini? Siapa yang memberi jaminan sehingga mereka bisa percaya diri mengabaikan teguran dan permintaan penghentian? Pertanyaan-pertanyaan ini kini menggantung, menuntut jawaban tegas.

  • Jejak Bermasalah di Proyek Lain: Puskesmas Juga Bermasalah?

Ternyata, jejak CV BCS ini tak hanya berhenti di jalan Desa Taopa Utara. Kontraktor yang sama juga diketahui menggarap proyek pembangunan Puskesmas di wilayah selatan Kabupaten Parigi Moutong. Dan seperti proyek jalan tadi, pembangunan Puskesmas yang menelan anggaran miliaran rupiah itu juga terindikasi bermasalah.

Proyek Puskesmas ini bahkan telah menjadi temuan serius oleh Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parigi Moutong.

Sejumlah anggota Pansus yang coba dikonfirmasi menyatakan bahwa proyek Puskesmas tersebut akan direkomendasikan untuk diperiksa kembali secara teliti oleh Inspektorat atau BPK secara internal. Pasalnya, kuat disinyalir ada kondisi gagal perencanaan dan konstruksi pada progres pekerjaannya.

Melihat rekam jejak yang suram ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong sudah seharusnya mempertimbangkan untuk memberikan sanksi blacklist kepada kontraktor CV BCS. Ketidakprofessionalan dalam mengerjakan proyek, apalagi yang berpotensi merugikan daerah dan membahayakan warga, tidak bisa ditolerir.

Kejadian ini menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk lebih ketat dalam pengawasan dan seleksi kontraktor agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga: BPK Bongkar Permainan Tender di BPBJ Parigi Moutong, CV BCS Diduga Dimenangkan Secara Tak Sah - Bagaimana Nasib Proyek Jalan Taopa Utara?

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini