• Selasa, 21 Juli 2026

Kapolres Kaget, Info PETI Desa Tombi Justru dari Wartawan - Segera Sisir Lokasi Bersama Satgas Gabungan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 12 Desember 2025 | 10:51 WIB
Kapolres Parigi Moutong baru tahu PETI Desa Tombi dari media. Tim gabungan dengan Satgas akan diturunkan. Butuh data dari masyarakat.
Kapolres Parigi Moutong baru tahu PETI Desa Tombi dari media. Tim gabungan dengan Satgas akan diturunkan. Butuh data dari masyarakat.

Sulawesitoday - Ironis memang. Aparat kepolisian baru mengetahui. Informasi tambang ilegal beroperasi. Itu pun dari laporan jurnalis. Bukan dari intelijen sendiri.

AKBP Hendrawan Agustian H. S.I.K tertegun. Kapolres Parigi Moutong ini mengaku baru tahu soal Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tombi. Lokasinya di Kecamatan Ampibabo. Kabupaten Parigi Moutong menjadi saksi bisu aktivitas gelap ini.

Yang mengejutkan bukan aktivitasnya saja. Melainkan sumber informasinya. "Informasi adanya aktivitas tambang ilegal di Desa Tombi baru kami ketahui berdasarkan informasi dari sejumlah media lokal," ungkap AKBP Hendrawan saat diwawancarai awak media, Kamis pekan lalu.

Pengakuan jujur itu sekaligus tamparan. Bagaimana mungkin kegiatan ilegal lolos dari radar? Sementara media massa justru lebih dulu mencium gelagat? Pertanyaan ini menggantung di benak publik.

  • Mengapa Media Lebih Dulu Tahu Ketimbang Polisi?

Pertanyaan kritis ini wajar diajukan. Aparat seharusnya punya jaringan intelijen. Punya akses ke masyarakat. Namun faktanya berbeda di lapangan.

AKBP Hendrawan tidak berkelit. Ia mengakui keterlambatan informasi. "Ini menjadi evaluasi bagi kami," katanya dengan nada reflektif namun tegas. Menurutnya, peran media dalam mengungkap potensi pelanggaran hukum sangat krusial bagi penegakan hukum di daerah.

Pengakuan ini sebenarnya menyimpan dilema. Di satu sisi menunjukkan transparansi. Di sisi lain mempertanyakan efektivitas kerja intelijen. Namun yang terpenting, ada komitmen untuk bertindak cepat.

  • Langkah Konkret: Tim Gabungan Siap Diturunkan

Setelah informasi dikantongi, Polres Parigi Moutong tidak tinggal diam. AKBP Hendrawan menegaskan komitmennya. Tindakan nyata akan segera dilakukan. Bukan sekadar janji di atas kertas.

"Untuk menindaklanjuti informasi tersebut, kami akan menurunkan tim untuk melakukan tindakan," tegasnya dengan penuh determinasi. Tim khusus akan dibentuk. Investigasi menyeluruh akan dijalankan. Penindakan tegas akan dilakukan terhadap para pelaku.

Namun Polres tidak bekerja sendirian. Kolaborasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Parigi Moutong akan dijalin. Sinergi antarlembaga ini diharapkan memperkuat upaya penertiban. Aktivitas pertambangan ilegal yang merusak lingkungan harus dihentikan. Kerugian negara harus diminimalisir.

"Kami akan mengajak Satgas Kabupaten Parigi Moutong dalam giat tersebut," jelas Kapolres. Langkah koordinatif ini menunjukkan keseriusan. Bukan main-main dalam memberantas PETI.

  • Ajakan Partisipasi: Butuh Data Akurat dari Masyarakat

Menariknya, Kapolres juga melempar bola ke publik. Ia meminta bantuan kepada masyarakat. Media massa juga diminta berkontribusi. Data dan informasi pendukung sangat diperlukan.

"Mohon dibantu dengan data dan informasi, biar tim kami yang turun bisa lebih akurat," pungkas AKBP Hendrawan. Permohonan ini bukan tanpa alasan. Data faktual menjadi kunci sukses operasi. Tim gabungan butuh peta jelas tentang lokasi, pelaku, dan modus operandi PETI.

Ajakan ini sebenarnya strategi cerdas. Melibatkan publik berarti menebar jaring lebih luas. Mata dan telinga masyarakat bisa menjadi perpanjangan tangan aparat. Partisipasi kolektif akan mempercepat proses pemberantasan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini