Sulawesitoday - Dunia bermain anak-anak kini berubah menjadi medan tempur ideologi. Dua siswa SD di Kotawaringin Timur kedapatan terpapar paham radikal.
Informasi ini berawal dari temuan tim Densus 88 Antiteror. Pola perekrutannya tergolong halus namun sangat sistematis bagi anak.
Semuanya bermula dari interaksi santai pada permainan daring Roblox. Dari sana, target diarahkan menuju grup percakapan WhatsApp tertutup.
"Di sana mereka diajarkan cara membunuh orang lain," ujar Irawati. Wakil Bupati Kotim ini menyebut doktrin kebencian agama masif.
Anak-anak didorong membenci kelompok lain secara sistematis dan tajam. Kondisi ini terungkap setelah pemantauan intensif dilakukan otoritas terkait.
Irawati menekankan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap aktivitas digital anak. Perundungan di sekolah turut menjadi celah masuknya paham ekstrem tersebut.
Kini, kedua siswa tersebut dalam pengawasan ketat tim PPA. Pendekatan persuasif diambil untuk memulihkan pola pikir para korban.
Widiya Kumala dari Satgas PPA Kalteng menyoroti aspek teknis. Ia menilai sistem keamanan platform digital masih penuh celah.
Fitur verifikasi usia dan kontrol orang tua seringkali gagal total. "Prinsip kepentingan terbaik bagi anak belum terpenuhi sepenuhnya," tegas Widiya.
Sistem moderasi konten pada game sosial masih mudah diakali predator. Dampaknya sangat fatal, merusak psikis hingga mengancam ideologi bangsa.
Fenomena di Kotawaringin Timur ini bukanlah sebuah kasus tunggal. Densus 88 mencatat 68 anak Indonesia terpapar ideologi serupa.
Paham kekerasan seperti Neo-Nazi mulai merambah ke delapan belas provinsi. Angka ini menjadi alarm keras bagi ketahanan keluarga nasional.
Widiya mengingatkan orang tua agar tidak abai pada teknologi.
Komunikasi berkualitas menjadi benteng utama dari serangan ideologi asing. Game online kini bukan sekadar hiburan pelepas lelah bagi anak.
Artikel Terkait
Sinyal Buruk Penegakan Hukum, Tembok Bungkam APH di Parimo Soal Tambang Buranga
Hukum Baru, Masalah Lama - Mengapa KUHP Nasional Langsung Digugat ke MK?
Tabir Monopoli Tambang Buranga, Polres Parigi Moutong Tegaskan Belum Ada Bukti Keterlibatan Pemodal Besar
Warga Terkejut, Pemuda yang Dikira Tewas Hadir di Rumah Duka
Operasi Absolute Resolve, Detik-Detik Kejatuhan Nicolas Maduro di Caracas