Sulawesitoday - Suasana duka menyelimuti sebuah kediaman di Kabupaten Jember. Isak tangis pecah di depan sebuah jenazah kaku.
Ritual persemayaman sedang berlangsung dengan penuh khidmat. Namun, pintu rumah tiba-tiba terbuka lebar bagi kejutan.
Syaiful (21) melangkah masuk dengan kondisi sangat bugar. Sosok yang dikira telah berpulang itu berdiri nyata.
Sontak, suasana haru berubah menjadi keriuhan luar biasa. Beberapa pelayat bahkan menyiramkan air ke tubuh Syaiful.
Mereka ingin memastikan bahwa Syaiful bukanlah bayangan fana. Kejadian ini bermula dari sebuah kecelakaan lalu lintas.
Benturan keras membuat kondisi fisik korban sulit dikenali. Keluarga meyakini bahwa jasad tersebut adalah Syaiful tercinta.
Fatalitas luka menutup ruang logika bagi kerabat dekat. Mereka membawa pulang jenazah untuk segera disemayamkan segera.
Nyatanya, Syaiful sedang berada di tempat yang berbeda. Ia tengah merayakan momen pergantian tahun dengan selamat.
Kesalahan identifikasi ini mencerminkan kerapuhan prosedur pengenalan korban. Persepsi keluarga terkecoh oleh kemiripan visual yang semu.
Tangis bahagia menggantikan duka yang sempat memuncak tinggi. Namun, muncul pertanyaan besar mengenai identitas mayat asli.
Jenazah tanpa nama itu akhirnya dikembalikan ke puskesmas. Proses administrasi medis kini menjadi sorotan tajam publik.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting bagi otoritas terkait. Validasi data harus melampaui sekadar penglihatan mata telanjang.
Baca Juga: Berpulangnya Penjaga Marwah Gontor, Jejak Intelektual dan Manajerial Prof Amal Fathullah Zarkasyi
Artikel Terkait
Paradoks Sang Pelapor, Bule Prancis Penuding Mafia Narkoba Terjerat Sabu
Berpulangnya Penjaga Marwah Gontor, Jejak Intelektual dan Manajerial Prof Amal Fathullah Zarkasyi
Sinyal Buruk Penegakan Hukum, Tembok Bungkam APH di Parimo Soal Tambang Buranga
Hukum Baru, Masalah Lama - Mengapa KUHP Nasional Langsung Digugat ke MK?
Tabir Monopoli Tambang Buranga, Polres Parigi Moutong Tegaskan Belum Ada Bukti Keterlibatan Pemodal Besar