• Selasa, 21 Juli 2026

Berpulangnya Penjaga Marwah Gontor, Jejak Intelektual dan Manajerial Prof Amal Fathullah Zarkasyi

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 21:34 WIB
Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, pimpinan Gontor dan cendekiawan filsafat Islam, wafat. Inilah warisan besar sang putra Trimurti bagi umat.
Prof. Amal Fathullah Zarkasyi, pimpinan Gontor dan cendekiawan filsafat Islam, wafat. Inilah warisan besar sang putra Trimurti bagi umat.

Sulawesitoday - Pondok Modern Darussalam Gontor kini kehilangan tiang penyangganya. Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi telah berpulang. Beliau mengembuskan napas terakhir di RSUD dr. Moewardi.

Waktu menunjukkan pukul 12.14 WIB saat kabar duka menyebar. Beliau wafat pada Sabtu siang di Kota Solo. Kabar ini menjadi duka mendalam bagi dunia pendidikan. Pihak pesantren mengonfirmasi kabar ini melalui saluran resmi.

Amal bukan sekadar pimpinan di lembaga pendidikan itu. Ia adalah pewaris ideologis langsung dari darah Trimurti. Ayahnya adalah K.H. Imam Zarkasyi, sang pendiri legendaris. Tanggung jawab besar itu ia emban dengan sangat khidmat.

Dunia akademik mengenal Amal sebagai cendekiawan yang sangat tajam. Fokus keilmuannya berada pada cakrawala filsafat Islam klasik. Ilmu kalam dan perbandingan agama menjadi makanan kesehariannya. Ia meletakkan fondasi berpikir kritis bagi ribuan santri.

Sebelum memimpin pesantren, Amal adalah Rektor UNIDA Gontor. Masa jabatannya berlangsung dalam periode 2014 hingga 2020. Di tangannya, universitas itu bertransformasi menjadi pusat literasi. Ia sukses memadukan tradisi pesantren dengan standar akademik.

Kiprahnya melampaui batas-batas fisik gedung pondok dan kampus. Beliau adalah simbol modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Perjuangannya menjaga akidah kini menjadi warisan yang abadi. Kepergiannya meninggalkan lubang besar dalam khazanah intelektual Muslim.

Proses perawatan medis telah dilakukan dengan upaya maksimal. Namun takdir berkata lain bagi sang profesor filantropis ini. Jenazah beliau direncanakan segera dipulangkan ke Ponorogo hari ini. Doa-doa terbaik kini mengalir deras dari seluruh pelosok.

Selamat jalan, sang penjaga marwah dan arsitek peradaban. Semoga nilai-nilai perjuangan beliau terus hidup di hati. Amal Fathullah kini telah menyelesaikan tugas besarnya di dunia. Gontor akan selalu mengenang langkah teguh sang guru.

Baca Juga: Paradoks Sang Pelapor, Bule Prancis Penuding Mafia Narkoba Terjerat Sabu

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini