• Selasa, 21 Juli 2026

Adu Banteng Mio vs Carry di Parigi Moutong, Pengendara Motor Meninggal Dunia

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Kamis, 29 Januari 2026 | 14:50 WIB
Kecelakaan maut melibatkan Yamaha Mio dan Suzuki Carry terjadi di Jalur Trans Sulawesi, Parigi Moutong. Satu pengendara motor meninggal dunia akibat luka berat. Simak kronologinya.
Kecelakaan maut melibatkan Yamaha Mio dan Suzuki Carry terjadi di Jalur Trans Sulawesi, Parigi Moutong. Satu pengendara motor meninggal dunia akibat luka berat. Simak kronologinya.

Sulawesitoday - Jalur Trans Sulawesi itu panjang. Menantang. Tapi kadang juga mematikan. Kamis pagi kemarin, aspal di Dusun V, Desa Lambunu, Parigi Moutong, kembali memakan korban.

Sekitar pukul 10.00 WITA, sebuah Yamaha Mio M3 melaju dari arah Barat. Pengendaranya, Ijan Stura, 33 tahun. Motor itu seperti kehilangan kendali. Oleng. Di saat yang sama, dari arah berlawanan, muncul Suzuki Carry.

Tabrakan tak terelakkan.

Benturannya keras sekali. Ijan terlempar. Rusuk kanannya patah. Kaki kanannya patah. Ada luka robek di pelipis. Sebenarnya korban sempat dilarikan ke Puskesmas Lambunu II. Tapi maut lebih cepat menjemput.

Olah TKP dan Fakta Lapangan

Polisi bergerak cepat. Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, langsung turun tangan menjelaskan duduk perkaranya. Berdasarkan olah TKP sementara, faktor utamanya adalah kurangnya kehati-hatian.

“Akibat benturan keras tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar IPTU Arbit.

Sementara itu, pengemudi mobil, Jonli Ruitang, 32 tahun, bernasib lebih baik. Dia selamat tanpa luka sedikit pun. Namun, kendaraan mereka ringsek. Kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta. Motor hancur, mobil rusak di beberapa bagian.

Pelajaran dari Lambunu

Jalan raya memang kejam bagi yang lalai. Polisi sudah mengamankan barang bukti. Identitas saksi sudah dicatat. Tapi yang paling penting adalah pesan di balik tragedi ini.

IPTU Arbit pun tidak bosan-bosannya memberi peringatan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.

Satu nyawa melayang di jalur Trans Sulawesi. Menambah daftar panjang kecelakaan di sana. Ternyata, kelalaian sekecil apa pun, kalau sudah di atas aspal, taruhannya adalah nyawa.

Baca Juga: Ekskavator Tambang Rusak Jalan Moutong, Wakil Rakyat Desak Pemda Bertindak

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini