Sulawesitoday - Jalur Trans Sulawesi itu panjang. Menantang. Tapi kadang juga mematikan. Kamis pagi kemarin, aspal di Dusun V, Desa Lambunu, Parigi Moutong, kembali memakan korban.
Sekitar pukul 10.00 WITA, sebuah Yamaha Mio M3 melaju dari arah Barat. Pengendaranya, Ijan Stura, 33 tahun. Motor itu seperti kehilangan kendali. Oleng. Di saat yang sama, dari arah berlawanan, muncul Suzuki Carry.
Tabrakan tak terelakkan.
Benturannya keras sekali. Ijan terlempar. Rusuk kanannya patah. Kaki kanannya patah. Ada luka robek di pelipis. Sebenarnya korban sempat dilarikan ke Puskesmas Lambunu II. Tapi maut lebih cepat menjemput.
Olah TKP dan Fakta Lapangan
Polisi bergerak cepat. Kasi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, langsung turun tangan menjelaskan duduk perkaranya. Berdasarkan olah TKP sementara, faktor utamanya adalah kurangnya kehati-hatian.
“Akibat benturan keras tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia,” ujar IPTU Arbit.
Sementara itu, pengemudi mobil, Jonli Ruitang, 32 tahun, bernasib lebih baik. Dia selamat tanpa luka sedikit pun. Namun, kendaraan mereka ringsek. Kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta. Motor hancur, mobil rusak di beberapa bagian.
Pelajaran dari Lambunu
Jalan raya memang kejam bagi yang lalai. Polisi sudah mengamankan barang bukti. Identitas saksi sudah dicatat. Tapi yang paling penting adalah pesan di balik tragedi ini.
IPTU Arbit pun tidak bosan-bosannya memberi peringatan. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan,” tegasnya.
Satu nyawa melayang di jalur Trans Sulawesi. Menambah daftar panjang kecelakaan di sana. Ternyata, kelalaian sekecil apa pun, kalau sudah di atas aspal, taruhannya adalah nyawa.
Baca Juga: Ekskavator Tambang Rusak Jalan Moutong, Wakil Rakyat Desak Pemda Bertindak
Artikel Terkait
2 Cara Ampuh Menghilangkan Iklan yang Sering Muncul Tiba-tiba di Layar HP
IHSG Anjlok 8 Persen Akibat MSCI, Purbaya Pastikan OJK Bereskan Sebelum Mei
Perang Tanpa Ledakan, Saat GPS Kapal Perang Amerika Serikat Tak Lagi Bisa Dipercaya
Logika Tangjen di DPR, Sentilan Pedas untuk Kapolresta dan Kajari Sleman
Nusantara Project, Custom ROM Indonesia yang Mendunia Lewat Jalur Sunyi dan Stabil