• Kamis, 4 Juni 2026

Trauma dan Luka, Kasus Perundungan Mahasiswi Baru di Unilaki Sulawesi Tenggara Memicu Protes Orang Tua dan Netizen

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 23 September 2024 | 15:27 WIB
Mahasiswi Unilaki diduga dipukul senior saat ospek. Keluarga korban tuntut tindakan hukum, kampus janjikan sanksi tegas. Netizen soroti budaya kekerasan. (Nur Rafiqa)
Mahasiswi Unilaki diduga dipukul senior saat ospek. Keluarga korban tuntut tindakan hukum, kampus janjikan sanksi tegas. Netizen soroti budaya kekerasan. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Ini bukan pertama kalinya kita mendengar kasus perundungan di lingkungan kampus, tapi yang terjadi di Universitas Lakidende (Unilaki) benar-benar bikin gempar. Seorang mahasiswi baru, Siti Rosalina, jadi korban penganiayaan saat mengikuti ospek, atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang seharusnya jadi momen menyenangkan untuk mahasiswa baru.

"Yang jelas saya tidak terima, karena ini kasus penganiayaan. Kenapa mereka memukul, karena itu di bagian kepala," tegas Amir Tosepu, ayah dari Siti, dalam video yang viral beberapa waktu lalu.

Keluarganya, seperti bisa diduga, enggak terima anak mereka diperlakukan seperti itu. Dan kita juga nggak boleh lupa, ini bukan sekadar kekerasan fisik, tapi juga ada trauma psikologis yang serius. Bayangin aja, dipukul di kepala pakai sepatu sampai pingsan selama dua jam. Ngeri, kan?

Kejadian ini terjadi tanggal 18 September 2024, dan saat itu maba (mahasiswa baru) lagi mengikuti rangkaian acara ospek yang seharusnya jadi ajang buat adaptasi di lingkungan kampus. Namun, kenyataannya malah sebaliknya. Senior yang seharusnya membimbing, malah melakukan kekerasan terhadap juniornya. Situasi ini tentu saja nggak bisa dibiarin begitu aja.

Baca Juga: Rekaman Suara Ungkap Kekejian di PPDS Undip, Mahasiswi Anestesi Diduga Alami Perundungan dan Bunuh Diri

Kronologi Kejadian: Detik-Detik Kekerasan

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, insiden terjadi pada hari Rabu saat kegiatan ospek berlangsung. Siti dipukul di kepala menggunakan sepatu oleh seorang seniornya. Nggak cuma luka fisik, tapi trauma yang dia alami pastinya bikin dia terpukul, bukan hanya secara mental, tapi juga emosional. Kejadian seperti ini memang nggak bisa dianggap remeh.

Amir, ayah korban, menegaskan bahwa keluarganya meminta aparat kepolisian segera menindak tegas para pelaku yang terlibat dalam insiden ini. "Kami ingin polisi segera mencari pelaku dan memprosesnya secara hukum," katanya. Tentu, siapa yang nggak kecewa dan marah melihat anaknya diperlakukan kayak gitu?

Respons Universitas Lakidende

Universitas Lakidende, atau biasa dikenal Unilaki, nggak tinggal diam. Pihak kampus merespons cepat kejadian ini dengan mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak akan mentolerir tindakan kekerasan apa pun, apalagi di lingkungan akademik. Mereka bahkan mengatakan, jika terbukti bersalah, senior yang terlibat bisa mendapatkan sanksi berat, termasuk pemecatan dari kampus.

Langkah ini dianggap penting demi menjaga citra kampus dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi semua mahasiswa. Tapi tetap aja, masyarakat dan terutama keluarga korban menuntut lebih dari sekadar pernyataan. Mereka ingin keadilan nyata.

Desakan Orang Tua dan Tanggapan Publik

Di sisi lain, orang tua Siti Rosalina nggak hanya ingin kasus ini jadi berita viral yang cepat hilang dari radar. Mereka ingin pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya. Tentu, ini soal keadilan bukan hanya untuk Siti, tapi juga buat semua mahasiswa baru yang berhak merasa aman saat menempuh pendidikan.

Netizen pun ikut geram. Banyak yang mengecam budaya ospek yang sering disalahgunakan. "Ini kan masa transisi, masa senior nggak bisa kasih contoh yang baik?" Salah satu komentar dari media sosial yang viral.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini