Sulawesitoday - Sebuah rekaman suara yang diduga berasal dari Aulia Risma, mahasiswi PPDS anestesi Undip, mengungkapkan perundungan yang dialaminya.
Rekaman ini beredar luas di media sosial pada 28 Agustus 2024 dan menyoroti dugaan kasus perundungan serta kekerasan fisik dari senior PPDS Undip.
Dalam rekaman yang dikirimkan kepada orang tuanya, Aulia Risma mengeluhkan sakit di seluruh tubuhnya yang membuatnya lemas setiap bangun tidur.
Ia menyebut, "Tiap aku bangun tidur badan sakit semua, punggung sakit semua. Bangun harus pelan-pelan, kalau nggak pelan-pelan aku nggak bisa bangun pah."
Aulia juga menyoroti larangan dari senior untuk membeli makanan dan minuman di kantin maupun minimarket, sehingga harus meminta bantuan teman.
"Aku nggak boleh ke kantin dan minimarket sama sekali pah, akhirnya aku minta tolong CS, aku kasih uang 50 ribu buat dia," tambahnya.
Ia merasa terjebak dalam program PPDS tersebut, meski ingin keluar, namun takut dengan biaya penalti yang harus dibayarkan jika mundur.
Belakangan ini, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa mahasiswa yang ingin mundur dari PPDS tidak akan dikenakan biaya penalti atau denda.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Aulia diduga bunuh diri akibat tekanan fisik dan mental yang ia alami selama menjalani program tersebut.
Aulia juga menyatakan bahwa program di PPDS Undip lebih berat dibandingkan program di universitas lain, seperti UNS yang tidak berlangsung 24 jam.
Ia mengatakan, "Pah, bener-bener ya di sini tuh programnya kacau-kacau. Aku tanya teman di UNS itu nggak 24 jam pah. Aku nggak tahu, aku bisa apa nggak pah."
Hingga berita ini diturunkan, pihak PPDS Undip belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan perundungan dan kekerasan fisik tersebut.
Artikel Terkait
Korban Bully Peserta Pendidikan Dokter Spesialis Mengakhiri Hidup: Kemenkes Bekukan Sementara Prodi Anestesi Undip
Profil Dokter Aulia Risma Lestari Mahasiswa PPDS Anestesi Undip yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos