Sulawesitoday - Pendakian Gunung Bawakaraeng yang biasanya menjadi pengalaman mendebarkan berubah menjadi mimpi buruk bagi Akram (17) dan lima temannya. Insiden ini menyoroti ketidakkompakan tim dan keputusan tegas dari KPA Hijau Bawakaraeng yang menjatuhkan sanksi berat berupa blacklist selama tiga tahun bagi seluruh rombongan.
Hukuman ini diberikan setelah Akram ditinggalkan di tengah jalur pendakian dalam kondisi hipotermia dan kelaparan.
Baca Juga: Sakit Hati Tak Dijemput Anak, Lansia Nekat Lompat ke Laut dari KM Laskar Pelangi!
Pelajaran dari Pengabaian
Kisah bermula ketika rombongan ini berangkat mendaki pada pagi hari. Mereka terbagi menjadi dua tim di pos 1, dengan Akram berada di tim kedua. Saat tiba di puncak pada pukul 12.45 WITA, kondisi Akram mulai menurun. Pada jalur turun dari pos 10 menuju pos 9, ia kelelahan dan mulai merasakan dampak kurangnya makanan serta suhu dingin. Ironisnya, meski teman-temannya mengetahui kondisi Akram, mereka hanya meninggalkannya dengan sebuah jaket dan handy talky, lalu melanjutkan perjalanan tanpa peduli.
Keputusan ini jelas melanggar etika pendakian yang menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan alam. "Yang kami sesalkan, kenapa rekan-rekan korban tidak langsung melaporkan kondisi tersebut. Kami sudah memberikan nomor kontak darurat yang bisa dihubungi 24 jam," ujar Halik Hasbih, Koordinator Tim SAR KPA Hijau Bawakaraeng.
Tindakan Tegas
Keputusan blacklist selama tiga tahun ini tidak main-main. Keenam pendaki, termasuk Akram sendiri, tidak akan diizinkan mendaki Gunung Bawakaraeng hingga mereka mencapai usia lebih dewasa. Menurut Ahmad Dzaky, admin KPA Hijau Bawakaraeng, hukuman ini diambil dengan harapan agar para pendaki tersebut lebih matang dalam berpikir ketika diizinkan kembali.
"Pertimbangan umur jadi faktor. Ketika mereka kembali mendaki nanti, kami harap mereka lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap rekan-rekannya," jelas Dzaky. Lebih lanjut, pihak KPA Hijau Bawakaraeng bahkan berencana menempel foto keenam pendaki di Pos Registrasi sebagai peringatan bagi pendaki lain untuk tidak mengulang kesalahan serupa.
Menghindari Risiko Nyawa
Pendakian, terutama di pegunungan dengan medan yang sulit seperti Gunung Bawakaraeng, bukanlah sekadar hobi. Ini adalah perjalanan yang penuh risiko, di mana kekompakan dan tanggung jawab terhadap sesama sangat diperlukan. Akram yang sempat tertolong oleh pendaki lain sebelum dievakuasi oleh Tim SAR KPA Hijau Bawakaraeng, beruntung nyawanya bisa diselamatkan. Namun, insiden ini jelas memberikan pelajaran penting: meninggalkan teman dalam kondisi bahaya tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mempertaruhkan nyawa.
Hukuman blacklist selama tiga tahun ini adalah wujud komitmen KPA Hijau Bawakaraeng untuk memastikan bahwa setiap pendaki memahami betapa seriusnya aturan yang mereka buat. "Mereka di-blacklist karena meninggalkan teman di saat yang paling dibutuhkan, ini adalah pelanggaran berat," tegas Halik. Meski Akram juga dihukum, ini dilakukan agar keadilan dirasakan oleh seluruh rombongan.
Peringatan untuk Semua Pendaki
Keputusan ini menggarisbawahi pesan penting bagi pendaki lain: ketika Anda memutuskan untuk mendaki gunung, keselamatan tim adalah prioritas. Pendaki yang tak sanggup menjaga rekan-rekannya akan menghadapi konsekuensi serius, baik dalam bentuk blacklist maupun peringatan publik.
Artikel Terkait
Eksplorasi Keindahan Terumbu Karang di D'MARANTALE, Tempat Snorkeling Terbaik Parigi Moutong
Rp16,131 Miliar Belanja BPJS Ketenagakerjaan Masuk Raperda APBD 2025: Prioritaskan Aparat Desa, Pekerja Rentan, dan Non-ASN
Detik-Detik Mencekam, Warga Berjuang Evakuasi Jasad Pria yang Diseruduk Sapi di Polman
Nelayan Syok, Temukan Kaki Korban Diving Hilang di Perut Hiu Timor Leste
Sakit Hati Tak Dijemput Anak, Lansia Nekat Lompat ke Laut dari KM Laskar Pelangi!