Baca Juga: Jembatan di Taman Cadika Ambruk Akibat Overkapasitas, Pengunjung Nyaris Tewas
"Sudah berangsur membaik, cuma hidungnya masih suka berdarah (karena) kunci motor itu kena hidungnya. Sementara perawatan, tapi dia juga trauma," ujar Asdar.
Kasus ini menjadi refleksi bagi masyarakat tentang pentingnya penegakan hukum yang adil dan ketegasan sekolah dalam melindungi siswa dari tindakan kekerasan. Somasi dan laporan polisi yang dilakukan keluarga MA bukan hanya langkah hukum formal, tetapi juga satu-satunya harapan mereka untuk melihat keadilan ditegakkan.
Bagi keluarga, jalan terjal ini mungkin masih panjang, tetapi mereka terus melangkah dengan harapan agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
Artikel Terkait
Selfie Berujung Maut, Wisatawan Tersapu Ombak Kedung Tumpang, Fenomena Selfie Berbahaya Semakin Mengkhawatirkan!
Jembatan di Taman Cadika Ambruk Akibat Overkapasitas, Pengunjung Nyaris Tewas
Kekacauan di Pengadilan Pinrang! Eksekusi Rumah Warga Berujung Kericuhan
Mengaku Bayar Setoran, PKL Maros Tetap Digusur: Ada Skandal di Balik Penertiban?
Lawan Hukum Pemilu, Dua Pejabat Pinrang Hadapi Jeratan Pidana! ASN Pinrang Terjerat Kasus Hanya Karena Ikuti Akun Paslon Bupati