Sulawesitoday - Seorang pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Syahrullah (40) ditemukan tewas di Rumah Sakit Khusus (RSK) Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan. Kematian tragis ini diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh pasien lain dalam upaya penanganan korban yang sebelumnya mengamuk. Kepolisian kini telah mengamankan dua perawat terkait kejadian tersebut guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan Kompol Devi Sujana, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, korban diperkirakan meninggal antara pukul 19.00 hingga 21.00 WITA pada Jumat (18/10).
Baca Juga: Kenaikan UMP Sulsel 2025, Apindo Minta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Tekanan Buruh
"Awalnya pasien itu mendapat penanganan dari perawat sekitar pukul 18.30 WITA," kata Devi saat diwawancarai pada Senin (21/10). Namun, saat penanganan berlangsung, situasi semakin sulit karena korban mulai bertindak agresif, membuat kedua perawat kewalahan.
“Korban ngamuk-ngamuk, jadi perawat meminta bantuan pasien lain untuk menenangkan,” ujar Devi. Dalam situasi darurat tersebut, empat pasien yang juga memiliki gangguan jiwa diminta untuk membantu mengendalikan Syahrullah. Namun, upaya ini berakhir fatal ketika salah satu dari mereka diduga mengikat leher korban hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Baca Juga: Simpatisan Suhartina Bohari Kawal Pemeriksaan di Bawaslu, Tegaskan Tidak Terlibat Kampanye
Peran dua perawat yang berada di lokasi kejadian kini tengah diselidiki. Polisi mengamankan keduanya untuk menggali lebih dalam terkait prosedur penanganan yang dilakukan dan apakah ada kelalaian yang menyebabkan insiden ini terjadi.
"Kami sedang mendalami semua aspek, termasuk standar operasional rumah sakit dalam menghadapi pasien dengan kondisi seperti ini," tambah Devi.
Baca Juga: Taufik Hidayat: Dari Lapangan Bulutangkis ke Kursi Wakil Menpora, Ini Transformasinya
Kematian seorang pasien dalam situasi seperti ini tentu memunculkan banyak pertanyaan, terutama terkait bagaimana intervensi darurat dilakukan di fasilitas kesehatan jiwa. Insiden ini juga membuka kembali diskusi seputar tata kelola rumah sakit jiwa dalam menangani pasien dengan perilaku agresif, di mana standar keamanan harus dipertimbangkan dengan cermat.
Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi dan pasien lain yang terlibat dalam kejadian tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit mengenai langkah yang akan mereka ambil untuk menyikapi kasus ini.
Baca Juga: Judi Online Merajalela, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Ditekan untuk Perkuat Pengawasan
Kejadian ini mengingatkan bahwa keselamatan pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit jiwa memerlukan perhatian lebih, terutama dalam situasi-situasi yang berisiko tinggi.
Artikel Terkait
Mayor Aktif Jadi Seskab: Dasco Klarifikasi Polemik Status Prajurit Teddy Wijaya
Judi Online Merajalela, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Ditekan untuk Perkuat Pengawasan
Taufik Hidayat: Dari Lapangan Bulutangkis ke Kursi Wakil Menpora, Ini Transformasinya
Simpatisan Suhartina Bohari Kawal Pemeriksaan di Bawaslu, Tegaskan Tidak Terlibat Kampanye
Kenaikan UMP Sulsel 2025, Apindo Minta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Tekanan Buruh