• Selasa, 21 Juli 2026

Taufik Hidayat: Dari Lapangan Bulutangkis ke Kursi Wakil Menpora, Ini Transformasinya

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 21 Oktober 2024 | 13:25 WIB
Taufik Hidayat bertransformasi dari legenda bulutangkis menjadi Wakil Menpora, siap mendukung pembangunan olahraga Indonesia. #TaufikHidayat #WakilMenpora #OlahragaIndonesia (Muhammad Aqil Azizi)
Taufik Hidayat bertransformasi dari legenda bulutangkis menjadi Wakil Menpora, siap mendukung pembangunan olahraga Indonesia. #TaufikHidayat #WakilMenpora #OlahragaIndonesia (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Taufik Hidayat, nama yang sudah tidak asing lagi di dunia olahraga Indonesia, kini menempuh jalur baru yang tak kalah menantang: kursi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora). Setelah sekian lama dikenal sebagai pebulutangkis berprestasi internasional, Taufik kini dipercaya untuk duduk di posisi strategis dalam pemerintahan. Pengangkatannya ini menjadi salah satu kejutan menarik dalam susunan Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Prabowo Subianto.

Transformasi karier Taufik dari atlet menjadi pejabat negara bukan sesuatu yang instan. Pria kelahiran Pangalengan, 10 Agustus 1981 ini, mengawali karier bulutangkisnya sejak usia delapan tahun dan perlahan tapi pasti mendominasi berbagai turnamen tingkat dunia. Mulai dari meraih medali emas di SEA Games hingga puncaknya di Olimpiade Athena 2004, Taufik dikenal dengan gaya permainan agresif dan teknik yang memukau.

Baca Juga: Judi Online Merajalela, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Ditekan untuk Perkuat Pengawasan

Tapi apa yang membuat Taufik kembali ke ranah pemerintahan? Taufik sendiri sempat terjun ke politik. Pada Pemilu 2024, ia mencalonkan diri di dapil Jawa Barat II melalui Partai Gerindra, meskipun akhirnya ia tak berhasil lolos ke parlemen. Mungkin, pengalaman inilah yang memperkuat tekadnya untuk tetap berkontribusi, terutama di bidang yang ia kenal dengan baik: olahraga.

Saat pertemuannya dengan Prabowo pada 15 Oktober lalu, Taufik mengungkapkan bahwa diskusi mereka berfokus pada bagaimana meningkatkan prestasi olahraga nasional. "Beliau berbicara olahraga dengan saya, saya kurang tau di mananya," ujar Taufik, menunjukkan kerendahan hatinya. Meski demikian, amanah itu akhirnya dipercayakan padanya.

Baca Juga: Mayor Aktif Jadi Seskab: Dasco Klarifikasi Polemik Status Prajurit Teddy Wijaya

Dan, bukan untuk pertama kalinya Taufik terjun di lingkungan Kemenpora. Sebelumnya, ia pernah menjadi Wakil Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pada 2016-2017 dan staf khusus di Kemenpora hingga 2018. Pengalaman ini tentu menjadi bekal berharga.

Yang menarik, Taufik tak pernah benar-benar lepas dari dunia olahraga. Meskipun telah menggantung raket pada 2013, ia tetap mengikuti perkembangan bulutangkis, bahkan sering memberikan kritik konstruktif demi kemajuan junior-juniornya. "Taufik memang keras, tapi dia tahu apa yang dibutuhkan untuk membawa prestasi," ungkap salah satu mantan atlet bulutangkis yang pernah berlatih bersama Taufik.

Baca Juga: Profil Cemerlang Kolonel Wahyo Yuniartoto: Dari Kopassus hingga Ajudan Presiden Prabowo

Kini, dengan posisi barunya, tantangan yang dihadapi Taufik mungkin berbeda dari pertandingan bulutangkis, tetapi intinya tetap sama: membawa Indonesia menjadi juara. Sebagai Wakil Menpora, Taufik diharapkan bisa menjadi penghubung antara dunia olahraga dan kebijakan publik. Pengalaman panjangnya sebagai atlet top dunia akan menjadi aset berharga dalam membantu mendorong prestasi olahraga nasional di berbagai cabang.

Meski tugas barunya tidak mudah, publik menaruh harapan besar padanya. Sebagai mantan atlet yang pernah merasakan asam garam perjuangan di lapangan, ia dianggap memiliki perspektif yang berbeda dan lebih mendalam dalam memahami kebutuhan atlet dan industri olahraga Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini