Sulawesitoday - Penangkapan Mairon Tabuni, anggota teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), di Puncak, Papua Tengah, mengungkap kembali jejak panjang aksi kekerasan yang telah melukai masyarakat. Tabuni, yang juga dikenal dengan nama Solikin, merupakan sosok yang sudah lama menjadi buruan pihak keamanan. Dia ditangkap oleh Satgas Operasi Damai Cartenz-2024 di Bandara Aminggaru, Puncak, pada Senin pagi, 21 Oktober 2024, setelah menjadi buron selama berbulan-bulan.
Yang menarik dari kasus ini adalah keterlibatan Tabuni dalam serangkaian kekerasan di Ilaga, termasuk penembakan terhadap seorang pedagang kios bernama Sudirman pada Mei 2024. Dalam serangan yang mengerikan tersebut, Sudirman ditembak beberapa kali, mengakibatkan luka serius di bagian tubuhnya, termasuk punggung kaki dan tulang kering. Penembakan tersebut mengguncang warga setempat, dan sejak itu menjadi salah satu fokus utama Satgas Damai Cartenz.
Dalam keterangannya, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz-2024, Brigjen Faizal Ramadhani, menyebutkan bahwa penangkapan Mairon Tabuni adalah hasil dari kerja keras yang dilakukan oleh timnya. "Kami mengamankan DPO KKB Puncak atas nama Mairon Tabuni alias Solikin," ucapnya. Tabuni saat ini sedang dalam penahanan dan diinterogasi lebih lanjut untuk mengungkapkan lebih banyak informasi terkait jaringan KKB di wilayah Puncak.
Apa yang membuat penangkapan ini begitu signifikan adalah sejarah panjang kekerasan yang diduga dilakukan oleh Mairon dan kelompoknya. Sudirman bukan satu-satunya korban dari kekejaman KKB di wilayah tersebut. Selama beberapa tahun terakhir, aksi teror yang dilancarkan oleh kelompok ini telah menelan banyak korban, termasuk warga sipil tak berdosa yang hanya berusaha menjalani kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Yuda Eka, Polisi Gadungan Tipu Ojol dengan Seragam Jatanras: Inilah Cara Dia Mengelabui Korban!
Keterlibatan Mairon Tabuni dalam penembakan terhadap Sudirman menambah daftar panjang tindak kekerasan yang terjadi di Papua Tengah. Kombes Bayu Suseno, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, menambahkan bahwa Tabuni merupakan anggota dari kelompok KKB Kepala Air yang dipimpin oleh Papuanus alias Jeki Murib. "Penangkapan ini menjadi langkah penting untuk menegakkan hukum dan menciptakan Papua yang lebih aman dan damai," jelas Bayu.
Sementara penangkapan ini memberi secercah harapan bagi warga Papua, perjuangan belum selesai. Kelompok KKB di wilayah tersebut masih aktif, dan pihak keamanan terus bekerja keras untuk memberantasnya. Jejak kekerasan yang ditinggalkan oleh Tabuni dan kelompoknya tidak hanya berdampak pada korban langsung seperti Sudirman, tetapi juga menanamkan ketakutan di masyarakat.
Namun, satu hal yang pasti, langkah penangkapan ini menunjukkan bahwa pihak keamanan tidak akan berhenti sampai semua pelaku kekerasan diproses secara hukum. Dengan Mairon Tabuni di balik jeruji, ada secercah harapan bahwa Papua suatu hari nanti akan benar-benar aman dari ancaman kekerasan bersenjata.
Artikel Terkait
Fenomena Lubang Biru di Laut, Apa yang Ada di Bawah Kedalaman Tak Terjangkau Ini?
Grand Prismatic Spring, Fakta dan Misteri Kolam Air Panas Terindah di Dunia
Fenomena Ajaib Batu Seruling di Tiongkok yang Mengalun Seperti Alunan Musik Alami
Kemenkumham Sulteng Pimpin Inovasi Pelayanan: Fasilitas Istimewa bagi Ibu Hamil dalam SKD CPNS 2024
Skandal Memalukan! Oknum Pejabat Disdikbud Sulbar Terjerat Kasus Perselingkuhan, Tertangkap Basah Berduaan dengan Honorer