• Kamis, 4 Juni 2026

Viral Babysitter Beri Obat Penggemuk Anak, Ibu di Surabaya Serukan Peringatan: Jangan Terjadi Lagi!

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 21 Oktober 2024 | 18:50 WIB
Ibu di Surabaya ungkap babysitter beri anaknya obat penggemuk, serukan peringatan bagi orang tua. Kontrol dan nutrisi sehat jadi solusi utama. #PengasuhanAnak #WaspadaBabysitter #KesehatanBalita (Nur Rafiqa)
Ibu di Surabaya ungkap babysitter beri anaknya obat penggemuk, serukan peringatan bagi orang tua. Kontrol dan nutrisi sehat jadi solusi utama. #PengasuhanAnak #WaspadaBabysitter #KesehatanBalita (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang ibu berinisial LK dari Surabaya, Jawa Timur, membuat heboh dunia maya setelah mengungkap babysitter-nya, NR (37), memberi anaknya, EL (2), obat penggemuk. Dalam curhatannya melalui Instagram, LK mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak serius obat tersebut. Ini bukan hanya tentang anaknya—melainkan peringatan bagi semua orang tua agar lebih waspada.

“Ini termasuk obat keras untuk dewasa,” tulisnya dalam salah satu postingan, menyoroti praktik tidak bertanggung jawab yang bisa terjadi di dalam rumah tanpa sepengetahuan orang tua.

Baca Juga: Drama Debat Cawabup Bojonegoro 2024! KPU Hentikan Acara Usai Farida dan Teguh Langgar Aturan, Pendukung Paslon 02 Protes

Kasus ini mendapat atensi luas setelah LK membagikan pengalaman serupa yang dialami oleh pengikutnya. Salah satu pesan di DM Instagramnya menyebutkan, "Ada temanku yang anaknya juga digituin."

Obat yang dimaksud adalah deksametason, obat keras yang bisa memicu efek samping parah, termasuk wajah bengkak atau moon face. Bagi balita, risiko tersebut sangat serius, dan kasus ini menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam penanganan kesehatan anak.

Baca Juga: Berani! Emak-Emak Naik Bangkai Paus dengan Daster dan Helm Bogo, Netizen: Kasta Tertinggi

Obat Penggemuk Bukan Solusi Instan

Obat penggemuk seringkali disalahgunakan sebagai jalan pintas bagi anak dengan berat badan kurang. Namun, dokter menegaskan bahwa setiap kondisi underweight harus melalui pemeriksaan medis. Ketua Tim Promosi Kesehatan RSUP Kemenkes RI, Soeradji Tirtonegoro, menekankan bahwa berat badan anak harus dipantau melalui grafik pertumbuhan dan buku KIA. "Berat badan ideal menandakan kebutuhan gizi anak terpenuhi," katanya.

Memantau pertumbuhan anak tidak bisa dilakukan sembarangan. Dokter biasanya melihat berbagai aspek—seperti usia, tinggi badan, dan asupan nutrisi—sebelum menyimpulkan apakah penanganan tambahan diperlukan. Orang tua juga didorong untuk fokus pada pemberian makanan berkalori tinggi namun sehat, seperti telur, alpukat, dan ikan salmon, ketimbang mengambil risiko menggunakan obat-obatan yang tidak diresepkan.

Baca Juga: Tiaralstar Viral! Ibu Kerasukan Hiu, Warga Panik Minta Tumbal, Wisata Pantai Terancam—Benarkah Mitos Ini?

Pelajaran bagi Orang Tua: Waspada dalam Memilih Pengasuh

Kasus babysitter NR yang kini ditangkap oleh Polda Jawa Timur menjadi peringatan keras. “Keadilan ini bukan hanya untuk saya, tapi juga untuk semua ibu-ibu yang tahu bagaimana rasanya melihat anaknya disakiti,” ujar LK dalam salah satu unggahannya. Banyak orang tua memercayakan pengasuhan anak kepada babysitter karena tuntutan pekerjaan, namun kasus ini menunjukkan bahwa kontrol tetap diperlukan.

Untuk mencegah kejadian serupa, orang tua bisa mulai dari hal-hal kecil—seperti membangun komunikasi terbuka dengan pengasuh dan memantau kebiasaan anak sehari-hari. Jika anak menunjukkan gejala tidak wajar, seperti perubahan bentuk wajah atau pola makan, langkah cepat diperlukan.

Baca Juga: Kiper Timnas Maarten Paes Ucapkan Terima Kasih kepada Jokowi, Menghormati Peran Pemerintah dalam Olahraga

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini