Sulawesitoday - Maarten Paes, penjaga gawang Timnas Indonesia yang juga bermain untuk Dallas FC, baru-baru ini menyampaikan rasa terima kasih kepada Joko Widodo atas dukungan selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden RI.
Melalui unggahan di media sosial, Paes membagikan momen kebersamaan dengan Jokowi dalam sebuah foto yang memperlihatkan keduanya bersalaman—momen yang disertai dengan ucapan sederhana namun tulus: “Terima kasih.”
Ucapan tersebut menarik perhatian netizen, terutama karena Paes tidak menggunakan sapaan formal “Pak” saat menyebut nama Jokowi, yang memicu beragam reaksi di jagat maya. Namun, yang lebih penting dari gaya komunikasi tersebut adalah pesan besar yang tersampaikan: penghargaan atas dukungan pemerintah terhadap prestasi olahraga nasional.
Kehadiran Jokowi dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia di GBK pada 10 September menjadi salah satu bukti nyata keterlibatan langsungnya. Dalam laga itu, Paes tampil gemilang dengan lima penyelamatan, membantu Indonesia meraih hasil imbang 0-0.
Bukan hanya sekadar momen olahraga, pertemuan tersebut juga menggarisbawahi hubungan antara pemerintah dan dunia olahraga. “Jokowi memuji saya setelah pertandingan,” tulis Paes dalam unggahannya, memberikan kesan bahwa dukungan langsung dari seorang pemimpin negara adalah sesuatu yang berarti bagi seorang atlet. Terlebih, kebijakan Jokowi terkait naturalisasi para pemain keturunan, termasuk Paes sendiri, menjadi angin segar bagi regenerasi talenta sepak bola Indonesia.
Lampu hijau ini membuka peluang lebih luas bagi pemain seperti Paes untuk berkontribusi tanpa hambatan kewarganegaraan.
Baca Juga: Sopir Bus Buana Trans Dikeroyok dan Ditikam di Mamuju Sulbar, Pelaku Cemburu Mantan Istri
Keberadaan Paes di Timnas merupakan hasil nyata dari pendekatan pemerintah yang lebih proaktif terhadap naturalisasi. Di tengah masa liburnya setelah Dallas FC gagal lolos ke babak playoff MLS 2024, Paes tampaknya menemukan waktu untuk merenungkan perjalanan kariernya dan pentingnya dukungan pemerintah dalam upaya membangun tim nasional yang kompetitif. Momen ini juga bersamaan dengan transisi kepemimpinan negara dari Jokowi ke Prabowo Subianto, yang dilantik sebagai Presiden baru pada 20 Oktober.
Dengan mengakhiri dua periode kepemimpinannya, Jokowi tidak hanya menyerahkan ‘tongkat estafet’ politik, tapi juga mewariskan harapan bagi keberlanjutan prestasi olahraga Indonesia.
Baca Juga: ODGJ Tewas Diduga Dicekik Sesama Pasien di Makassar, Dua Perawat Diamankan Polisi
Ungkapan terima kasih dari Paes menunjukkan bahwa apresiasi bukan hanya sekadar formalitas. Ini mencerminkan pemahaman bahwa prestasi olahraga sering kali membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah. Dan ketika seorang atlet mengakui hal ini di ruang publik, ia tidak hanya mengapresiasi kebijakan, tapi juga menunjukkan bagaimana olahraga dan politik bisa berjalan berdampingan untuk kemajuan bersama.
Artikel Terkait
Kenaikan UMP Sulsel 2025, Apindo Minta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Tekanan Buruh
ODGJ Tewas Diduga Dicekik Sesama Pasien di Makassar, Dua Perawat Diamankan Polisi
Sopir Bus Buana Trans Dikeroyok dan Ditikam di Mamuju Sulbar, Pelaku Cemburu Mantan Istri
DPRD Bone Sulsel Ungkap Alasan Formasi PPPK 2024 Hanya Damkar dan Nakes, Tenaga Teknis Tidak Diusulkan!
Gempa 5.2 SR Guncang Halmahera: Warga di Labuha dan Pulau Obi Rasakan Guncangan, BMKG Peringatkan Potensi Gempa Susulan!