Sulawesitoday - Sebuah insiden penikaman tragis terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, melibatkan sopir bus Buana Trans bernama Muhidin. Pada Senin pagi (21/10/2024), Muhidin diserang secara brutal di Jalan Trans Sulawesi, Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, oleh seorang pria bernama Agus. Aksi kekerasan ini dipicu oleh rasa cemburu Agus setelah melihat mantan istrinya bersama Muhidin.
Polisi segera mengamankan pelaku di lokasi kejadian dan kini Agus tengah diperiksa lebih lanjut di Mapolresta Mamuju. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Mamuju, Ipda Herman Basir, latar belakang insiden ini berkaitan dengan hubungan pribadi yang memanas.
Baca Juga: ODGJ Tewas Diduga Dicekik Sesama Pasien di Makassar, Dua Perawat Diamankan Polisi
"Korban Muhidin, yang juga sopir bus, mengalami luka robek serius di lengan kanan akibat penikaman tersebut dan segera dibawa ke puskesmas untuk perawatan medis," ungkap Herman.
Peristiwa bermula saat bus yang dikendarai Agus bersama rekannya, Makmur, mengalami kerusakan di perjalanan rute Makassar–Palu. Agus kemudian meminta perusahaan mengirim bus pengganti untuk memindahkan penumpang.
Baca Juga: Kenaikan UMP Sulsel 2025, Apindo Minta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Tekanan Buruh
Namun, situasi memanas ketika ia mendapati bus pengganti tersebut dikemudikan oleh Muhidin, ditemani mantan istrinya yang kini telah dinikahi Muhidin.
Merasa tersulut cemburu, Agus hilang kendali hingga menyerang dan menikam Muhidin dengan badik.
"Sudah lama Agus bercerai dengan istrinya, tapi dia masih berharap bisa rujuk. Ketika keinginannya ditolak, emosi dia memuncak saat melihat Muhidin dan mantan istrinya bersama," tambah Herman.
Baca Juga: Simpatisan Suhartina Bohari Kawal Pemeriksaan di Bawaslu, Tegaskan Tidak Terlibat Kampanye
Usai penikaman, Agus sempat membuang badiknya ke jurang, dan saat ini personel Satreskrim masih berupaya menemukannya. Polisi memastikan pelaku telah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Kami sudah mengamankan pelaku, sementara badiknya masih dicari di dasar jurang karena dibuang setelah kejadian," ujar Herman.
Baca Juga: Taufik Hidayat: Dari Lapangan Bulutangkis ke Kursi Wakil Menpora, Ini Transformasinya
Insiden ini menyoroti bagaimana masalah pribadi dapat memicu kekerasan serius, apalagi ketika ada faktor emosional seperti kecemburuan.
Artikel Terkait
Judi Online Merajalela, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Ditekan untuk Perkuat Pengawasan
Taufik Hidayat: Dari Lapangan Bulutangkis ke Kursi Wakil Menpora, Ini Transformasinya
Simpatisan Suhartina Bohari Kawal Pemeriksaan di Bawaslu, Tegaskan Tidak Terlibat Kampanye
Kenaikan UMP Sulsel 2025, Apindo Minta Sesuaikan dengan Pertumbuhan Ekonomi, Bukan Tekanan Buruh
ODGJ Tewas Diduga Dicekik Sesama Pasien di Makassar, Dua Perawat Diamankan Polisi