Selain itu, Andre mengungkapkan bahwa luka yang dialami korban tidak sesuai dengan deskripsi luka akibat pukulan sapu. “Luka tersebut lebih mirip melepuh, bukan luka bekas pukulan,” ujarnya.
Solidaritas dari para guru ini menggambarkan keprihatinan mendalam terhadap keamanan dan martabat profesi guru di Indonesia, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil. Mereka menilai bahwa kasus ini bisa menjadi preseden yang merugikan bagi tenaga pendidik di masa depan.
Mereka menuntut agar aparat penegak hukum tidak gegabah dalam menangani kasus yang melibatkan guru, terutama jika ada potensi kriminalisasi.
Kasus ini telah menyulut emosi dan solidaritas para guru di berbagai wilayah. PGRI menyerukan keadilan bukan hanya bagi Supriyani, tetapi juga bagi seluruh guru honorer yang sering kali merasa tidak terlindungi dalam menjalankan tugas.
"Kami berharap Supriyani divonis bebas karena tuduhan ini tidak masuk akal," ujar salah satu peserta aksi.
Bagaimana akhirnya nasib Supriyani? Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung minggu depan. Namun, tekanan publik yang semakin besar tampaknya akan memperkuat perjuangan hukum Supriyani dalam mencari keadilan.
Artikel Terkait
Momen Pengendara Roda Dua Tergelincir Akibat Tumpahan 20 Ton Minyak Goreng dari Truk Terguling di Depan Kampus UNM
Momen Brutal Warga Hajar Pencuri Gas Elpiji di Gowa, Polisi Harus Lepaskan Tembakan Peringatan untuk Cegah Tindak Kekerasan
Heboh Dugaan Penculikan di Maros, Pria Dikejar Warga Nyaris Diamuk! Apa Motif di Balik Tindakannya?
Aksi Nekat! Dua Mahasiswa Tipu Manajer SPBU Lewat Telepon, Berpura-Pura Jadi Polisi Demi Uang
Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Brutal di Makassar, Remaja Sumbu Pendek Mengamuk di Warung Sop