• Selasa, 21 Juli 2026

Heboh di Media Sosial Oknum ASN Ngamuk ke Petugas SPBU karena Ditolak Isi Pertalite

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 22 November 2024 | 13:47 WIB
Viral video pengendara pelat merah diduga ASN aniaya petugas SPBU Semarang. Insiden ini memicu kecaman publik soal disiplin ASN. (Nur Rafiqa)
Viral video pengendara pelat merah diduga ASN aniaya petugas SPBU Semarang. Insiden ini memicu kecaman publik soal disiplin ASN. (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Kasus kekerasan di tempat umum kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, seorang pria yang diduga merupakan oknum aparatur sipil negara (ASN) terekam kamera CCTV melakukan penganiayaan terhadap operator SPBU di Semarang. Insiden itu terjadi pada Selasa, 19 November 2024, di SPBU Jalan Sultan Agung, dan kini videonya viral di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman CCTV yang tersebar, terlihat pria tersebut mengendarai sepeda motor Honda CBR dengan pelat merah bernomor polisi H 6279 XH. Dia mendatangi mesin pengisian untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Baca Juga: Komeng Serius, Semua Tertawa: Gaya Unik Senator Alfiansyah di Sidang DPD Viral

Namun, permintaannya ditolak oleh operator SPBU bernama Afrida. Menurut peraturan yang berlaku, kendaraan dinas pemerintah diwajibkan menggunakan BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Afrida kemudian mengarahkan pengendara tersebut ke mesin pengisian Pertamax.

Alih-alih mengikuti arahan, pria yang diduga ASN tersebut tampak kehilangan kontrol. Ia bukan hanya memarahi Afrida, tetapi juga menendang mesin dispenser BBM dan melakukan tindakan fisik yang merugikan. Insiden ini jelas memancing kecaman dari masyarakat.

Baca Juga: Domba Makan Nuget, Kejadian Unik di Dunia Hewan yang Bikin Netizen Terpingkal

Banyak netizen mengecam perilaku tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak pantas bagi seorang ASN, apalagi dilakukan di depan umum.

“Padahal isi Pertamax nggak antre. Selisihnya juga nggak sampai seberapa kalau cuma isi Rp15 ribu. Main pukul aja. Dasar kere,” tulis salah satu netizen di kolom komentar. Tak sedikit pula yang menyerukan pemecatan pelaku, mengingat perilakunya dianggap mencoreng nama baik institusi pemerintah.

Baca Juga: PPN Naik Jadi 12 Persen, Netizen Melawan Tagar TolakPPN12Persen Mencapai Puncaknya

Reaksi publik ini semakin memperkuat tuntutan untuk menegakkan aturan lebih tegas terhadap pelanggaran etik semacam ini. “Harusnya langsung dipecat kalau pemda-nya nggak mau dianggap lemah,” timpal komentar lain yang mendapatkan banyak likes.

Insiden ini sekali lagi mengingatkan kita pada pentingnya profesionalisme dan integritas, terutama bagi mereka yang menyandang status sebagai abdi negara. Jika dibiarkan tanpa sanksi tegas, kejadian serupa bisa terus terulang, merusak kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 1 Kg Sabu di Kota Palu, Diduga akan Diedarkan di Parigi Moutong

Bagi Anda yang membaca, bagaimana tanggapan Anda terhadap tindakan seperti ini? Apakah cukup dengan hukuman administrasi, atau sudah sepatutnya diberi tindakan hukum? Bagikan opini Anda di kolom komentar atau diskusikan dengan rekan-rekan Anda.

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini