Sulawesitoday - Kejahatan pembobolan SPBU di Pinrang kembali mencuat dan memancing sorotan publik. Bagaimana bisa aksi kejahatan seperti ini terjadi di era modern?
Polisi berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga melakukan pembobolan di SPBU Massila. Ferdi, yang dikenal juga sebagai EF dan berusia 40 tahun, kini ditahan setelah penyelidikan intensif oleh tim Resmob Polres Pinrang.
Penangkapan terjadi di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat, meskipun aksinya terjadi di Pinrang. Operasi penangkapan berlangsung efektif setelah polisi menerima informasi akurat mengenai keberadaan tersangka di sebuah rumah di Polman.
Ferdi tampak mengenakan kemeja merah cerah dan tangannya terborgol dengan rapi. Wajahnya yang oval dan rambut pendek mencerminkan sosok yang tidak mengharapkan hasil akhirnya.
Menurut Iptu Andi Reza Pahlawan, Kasat Reskrim Polres Pinrang, tim Resmob segera bertindak setelah mendapat laporan tersebut. "Tim kami bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku pembobolan SPBU di Pinrang," ujarnya pada Senin, 10 Februari 2025.
Dari pengakuan tersangka, Ferdi mengungkapkan bahwa ia menyiram receiver CCTV SPBU agar rekaman kejahatan dapat dihapus. Ia kemudian mencungkil pintu ruang kantor penyimpanan uang, memecahkan kaca, dan merusak gembok brankas untuk mengakses uang secara langsung.
Aksi Ferdi diduga menghasilkan curian sebesar Rp433 juta dari brankas SPBU. Namun, ia mengaku telah menghabiskan hampir seluruh uang tersebut untuk keperluan pribadi, menyisakan hanya Rp14,2 juta sebagai sisa hasil curian.
Polisi mengaku membutuhkan waktu sebulan penuh untuk melacak gerak-gerik pelaku. Kesulitan muncul karena Ferdi berpindah-pindah lokasi sebelum akhirnya jejaknya tertangkap di Polman.
Baca Juga: DKPP Periksa Dugaan Pelanggaran Etika di Pilkada Parigi Moutong, TMS Amrullah-Ibrahim Jadi Fokus
Pengungkapan modus operandi tersangka ini membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang tingkat keamanan di area SPBU. Apakah sistem pengawasan dan keamanan di SPBU sudah cukup tangguh untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan?
Kejadian pembobolan SPBU di Pinrang ini menjadi pengingat keras bagi aparat keamanan untuk selalu waspada. Penegakan hukum dan peningkatan pengawasan harus terus diintensifkan demi melindungi aset masyarakat dan menjaga ketertiban umum.
Sementara itu, masyarakat di Pinrang dan sekitarnya berharap agar kasus ini menjadi titik balik untuk memperbaiki sistem keamanan SPBU. Keterbukaan informasi dan sinergi antar instansi sangat diperlukan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Angin Kencang di Bitung: Rumah Semi Permanen Hancur Akibat Pohon Kelapa Tumbang
Transformasi Layanan Hukum Ciptakan Momentum Baru di Sulawesi Tengah
Insiden Fatal di PT IMIP: Peralatan Usang Picu Kecelakaan Kerja di Dexin Steel
Transisi Kepemimpinan Sulteng: DPRD Resmi Tetapkan Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido sebagai Pemimpin Baru
DKPP Periksa Dugaan Pelanggaran Etika di Pilkada Parigi Moutong, TMS Amrullah-Ibrahim Jadi Fokus