Sulawesitoday - Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang tiba-tiba melanda Bitung, situasi berubah drastis dalam sekejap. Angin kencang menyapu kota dan menciptakan kekacauan yang sulit diprediksi.
Suatu rumah semi permanen di Bitung tiba-tiba menjadi korban alam. Pohon kelapa tumbang dengan keras, menghantam bagian tengah rumah yang dihuni keluarga.
Rumah yang dimiliki keluarga Bigindatu Manahukendung berada di Lingkungan 5, RT 20, Kelurahan Aertembaga 2, Kecamatan Aertembaga. Kejadian itu terjadi pada Minggu, 9 Februari 2025, saat cuaca sedang dalam kondisi ekstrem.
Bagian tengah rumah hancur parah akibat tertimpa pohon yang roboh. Enam anggota keluarga terpaksa mengungsi, meninggalkan segala kenangan yang tertinggal di tempat tersebut.
Warga setempat segera turun tangan membantu evakuasi. Ibu Ebi, salah satu relawan, menyatakan, "Mereka sementara pindah ke rumah saudara yang tidak jauh dari sini," dengan nada yang mengandung harapan di tengah duka.
Para tetangga bekerja sama dengan cepat memotong sebagian cabang pohon yang menghalangi akses dan mengamankan lokasi. Langkah sigap ini menunjukkan betapa eratnya tali persaudaraan dalam menghadapi bencana.
Insiden di rumah ini bukanlah satu-satunya musibah yang terjadi akhir-akhir ini. Sejak Jumat, 7 Februari hingga Minggu, 9 Februari, sudah tercatat enam kejadian pohon tumbang di berbagai titik kota.
Kejadian serupa terjadi di beberapa kecamatan, termasuk Madidir, Matuari, dan Aertembaga. Setiap peristiwa menambah daftar kekhawatiran masyarakat akan ancaman alam yang kian tidak menentu.
Cuaca ekstrem dan angin kencang semakin menegaskan dampak nyata perubahan iklim. Fenomena ini mengundang pertanyaan, apakah kita sudah siap menghadapi alam yang semakin ganas?
Pihak berwenang pun tak tinggal diam. Mereka segera melakukan evaluasi kondisi infrastruktur dan mengimbau warga untuk waspada serta mengambil langkah preventif demi keselamatan bersama.
Warga Bitung mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi yang terus memburuk akibat cuaca ekstrem. Solidaritas dan semangat gotong royong terus terpancar, meski tantangan besar menghadang.
Baca Juga: Sindikat Pencurian di Tomohon Terungkap: Jaringan Operasi di 10 Lokasi
Peristiwa rumah tertimpa pohon ini menjadi peringatan keras bahwa alam memiliki kekuatan yang tak bisa diremehkan. Kita diharapkan untuk selalu siap dan menjaga lingkungan bersama.
Masyarakat kini berharap agar langkah strategis segera diterapkan oleh pihak berwenang untuk antisipasi bencana serupa. Upaya bersama dalam penanggulangan bencana menjadi kunci agar kerusakan dapat diminimalisir.
Artikel Terkait
53 Perusahaan Sawit di Sulteng Tidak Punya Izin, Desakan Transparansi Penertiban HGU Mencuat
Penyakit Bangkalan Serang Durian Montong Desa Tolai Parigi Moutong, Petani Terpuruk Rugi Jutaan Rupiah
Pencuri Jerigen Solar di Konawe Selatan Terekam CCTV, Modusnya Cerdik
Aduan Penipuan Tidak Dilayani, Korban Buru Petunjuk Handphone di Kendari
Sindikat Pencurian di Tomohon Terungkap: Jaringan Operasi di 10 Lokasi