Sulawesitoday - Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menetapkan tiga tersangka. Kasus dugaan korupsi pembangunan jalan. Lokasi di Kabupaten Parigi Moutong. Tahun anggaran 2023 menjadi sorotan.
Kamis, 9 Oktober 2025 menjadi hari penting. Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulteng mengumumkan penetapan. Tiga nama masuk daftar tersangka. IS dan NM sebagai penyedia jasa. SA sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.
Ketiganya terlibat penyimpangan proyek infrastruktur. Tiga ruas jalan menjadi objek. Pembangunan diduga sarat mark-up. Dana APBD 2023 mengalir tidak sesuai rencana.
-
Siapa Saja Tersangka yang Ditetapkan?
SA, seorang PPK di Dinas PUPR. Namanya muncul di ketiga proyek. Pejabat ini mengampu semua pekerjaan jalan bermasalah. Posisinya strategis dalam pengawasan anggaran.
IS, kontraktor dengan dua proyek. Jalan Pembuni-Berojong dan Gio-Tuladenggi. Dua paket pekerjaan dikuasainya. Diduga ada permainan dalam lelang.
NM, penyedia ketiga proyek. Jalan Trans Bimoli Pantai menjadi tanggungjawabnya. Satu proyek, satu tersangka. Pola yang menarik perhatian penyidik.
Tiga nama, tiga peran berbeda. Namun satu benang merah mengikat. Penyimpangan pelaksanaan proyek jalan. Kerugian negara menanti perhitungan.
-
Proyek Mana Saja yang Bermasalah?
Ruas pertama: Jalan Pembuni-Berojong. Akses vital bagi warga dua desa. Kondisi jalan tetap buruk pasca pembangunan. Masyarakat mengeluh kualitas tidak sesuai RAB.
Ruas kedua: Jalan Gio-Tuladenggi. Penghubung antar kecamatan penting. Pembangunannya menelan anggaran besar. Hasilnya mengecewakan pengguna jalan.
Ruas ketiga: Jalan Trans Bimoli Pantai. Jalur strategis akses pantai. Potensi wisata terhambat jalan rusak. Warga bertanya kemana dana pembangunan.
Ketiga proyek dikerjakan tahun lalu. Anggaran 2023 terserap habis. Namun output tidak sebanding. Penyidik mencurigai ada yang tidak beres.
-
Bagaimana Kronologi Penyidikan Berlangsung?
April 2025 menjadi titik awal. Kejati Sulteng menerbitkan tiga sprindik. Nomor 01, 02, dan 03 untuk SA. Semua bertanggal 9 April 2025.
Penyidikan berjalan enam bulan. Tim mengumpulkan bukti-bukti kuat. Saksi diperiksa satu per satu. Dokumen proyek ditelisik detail.
Oktober tiba dengan perkembangan signifikan. Sprindik tambahan terbit untuk penyedia. Nomor 05, 06, dan 07 tertanggal 9 Oktober. Jerat hukum mulai mengencang.