kriminal

Maut Sebelum Keadilan Datang, Kesaksian Getir Mahasiswi Unima dalam Belenggu Kekerasan Seksual

Kamis, 1 Januari 2026 | 18:44 WIB
Kematian mahasiswi Unima mengungkap sisi gelap pelecehan dosen. Surat wasiat korban jadi bukti keterlambatan prosedur birokrasi kampus.

Rektor Unima, Dr. Joseph Kambey, melalui stafnya menegaskan komitmen institusi untuk mengusut tuntas kasus ini berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Namun bagi publik dan rekan-rekan EM yang membanjiri media sosial dengan kecaman, komitmen tersebut terasa terlambat.

Foto-foto oknum dosen kini beredar luas, bersandingan dengan potongan surat wasiat EM yang meminta agar pimpinan kampus tidak membiarkan "orang seperti itu" tetap berada di lingkungan akademis.

Kasus EM kini menjadi cermin retak bagi penanganan kekerasan seksual di dunia pendidikan tinggi. Di balik tumpukan berkas prosedur dan aturan administratif, ada jiwa yang remuk karena relasi kuasa yang timpang.

Polsek Tomohon Tengah memang telah membawa jenazah korban untuk proses hukum lebih lanjut, namun luka yang ditinggalkan di jantung Unima tampaknya akan memerlukan waktu jauh lebih lama untuk sembuh, atau bahkan mungkin menetap sebagai pengingat akan mahalnya harga sebuah keadilan bagi korban.

Baca Juga: Maut dalam Botol Arak, Nestapa Enam Nyawa di Jember Menjelang Fajar Tahun Baru

Halaman:

Tags

Terkini