Laporan keuangan 2023 bahkan mencatat laba belasan miliar rupiah. Namun, performa masa lalu gagal menjamin keamanan dana publik.
Kasus ini menjadi cermin retak tata kelola investasi syariah. Integritas pengelola kini lebih berharga daripada sekadar label agama.
Baca Juga: Skandal Chromebook Rp2,1 Triliun, Benang Merah Grup Mas Menteri