• Selasa, 21 Juli 2026

Dari Anyaman hingga Aplikasi, Mobile Clinic HKI Sulteng Amankan Karya Anak Bangsa

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Minggu, 27 April 2025 | 19:33 WIB
MIPC Kemenkum Sulteng sukses mendampingi pelaku UMKM dan inovator hingga kantongi sertifikat HKI, dorong berkembangnya ekonomi kreatif.
MIPC Kemenkum Sulteng sukses mendampingi pelaku UMKM dan inovator hingga kantongi sertifikat HKI, dorong berkembangnya ekonomi kreatif.

Sulawesitoday - Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Jodjokodi Convention Center pada Rabu siang lalu. Di balik meja-meja konsultasi berjejer banner “Mobile Intellectual Property Clinic (MIPC) Kanwil Kemenkum Sulteng”, puluhan pelaku usaha dan kreator angkat senyum saat menerima sertifikat perlindungan kekayaan intelektual.

Program yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ini dirancang sebagai layanan terpadu: edukasi tentang hak cipta, paten, merek, dan desain industri, sesi konsultasi satu-satu, hingga pendampingan teknis pendaftaran HKI.

Semua langkah ditempuh di satu atap, mulai dari verifikasi dokumen hingga pengajuan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Hasilnya? Sejumlah 150 lebih pelaku UMKM, pegiat kreatif, dan inovator lokal kini resmi memegang sertifikat merek, hak cipta, bahkan paten sederhana atas karya mereka.

Capaian ini terasa seperti “angin segar” di tengah tantangan ekonomi kreatif yang kian kompetitif.

Rita, pemilik usaha kerajinan anyaman daun lontar, tercatat sebagai salah satu peserta yang paling antusias. “Awalnya saya ragu mengurus pendaftaran HKI sendiri.

Berkat pendampingan penuh tim MIPC, merek usaha saya kini terlindungi resmi. Kepercayaan diri meningkat, pelanggan pun makin yakin membeli produk lokal,” tuturnya sambil menunjukkan sertifikat merek di tangan.

Rakhmat Renaldy, Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, menegaskan bahwa keberadaan MIPC bukan sekadar formalitas.

“Kami ingin mendekatkan layanan hukum ke akar rumput. Perlindungan HKI adalah modal penting bagi UMKM agar bisa naik kelas di pasar domestik maupun global. Setiap karya anak bangsa harus mendapat payung hukum,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Kemenkum Sulteng juga menyiapkan rangkaian webinar lanjutan dan pelatihan daring untuk meningkatkan literasi HKI di desa-desa terluar.

Baca Juga: Viral Lurah Palu Selatan Bikin Sayembara Tangkap Pelaku Buang Sampah Liar

Targetnya: menjaring lebih banyak inovator, memastikan tidak ada ide cemerlang yang terlewat tanpa perlindungan hukum.

Dengan langkah aktif dan responsif, kesadaran masyarakat akan pentingnya HKI terus menguat.

Ke depannya, MIPC siap memperluas jangkauan hingga kota-kota kecil dan pelosok, demi menciptakan ekosistem ekonomi kreatif Sulawesi Tengah yang lebih tangguh dan berdaya saing.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini