• Selasa, 21 Juli 2026

Lahan 19 Hektare di Parigi Moutong Bakal Jadi Sekolah Gratis untuk Anak Kurang Mampu

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Rabu, 18 Juni 2025 | 11:18 WIB
Bupati Parimo merancang Sekolah Rakyat gratis untuk anak miskin di lahan 19 hektare. GOR Jonokalora jadi kandidat lokasi utama.
Bupati Parimo merancang Sekolah Rakyat gratis untuk anak miskin di lahan 19 hektare. GOR Jonokalora jadi kandidat lokasi utama.

Sulawesitoday - Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, tak main-main soal pendidikan. Kemarin siang, Selasa (17/6/2025), dari balik meja bundar di Ruang Rapat Bupati, ia memimpin orkestra gagasan besar: membentuk Sekolah Rakyat.

Sebuah ikhtiar mulia, menggaransi akses pendidikan gratis lagi berkualitas bagi anak-anak dari keluarga papa di seantero Parigi Moutong.

Rapat itu bukan sekadar kumpul-kumpul birokrasi. Sekretaris Daerah, Zulfinasran, bersama rombongan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut ‘nimbrung’.

Meja dipenuhi dokumen, peta, dan skema. Intinya satu: bagaimana lahan seluas 19 hektare, yang sudah disiapkan Pemda Parimo, bisa disulap jadi oase pendidikan.

Dibahaslah kriteria bangunan, hitungan kepala siswa, hingga detail paling remeh seperti penyediaan fasilitas pendukung yang akan menopang proses belajar.

Sekolah Rakyat ini memang diproyeksikan jadi mercusuar harapan. Sasarannya jelas: anak-anak yang terjerembab dalam kemiskinan ekstrem, pun mereka yang terancam putus sekolah atau tak punya ongkos untuk melanjutkan pendidikan.

Mereka, yang selama ini mungkin hanya bisa bermimpi, kini akan punya panggung untuk menuntut ilmu.

Di tengah riuhnya diskusi, Zulfinasran sang Sekretaris Daerah, melempar usul yang cukup strategis. Gedung Olahraga (GOR) di Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, disebutnya sebagai lokasi potensial yang patut dipertimbangkan.

Sebuah lokasi yang, jika dirunut, cukup strategis dan punya infrastruktur dasar.

Baca Juga: Drama Batas Laut Jatim: 13 Pulau Trenggalek Kini Sah Milik Tulungagung

Bupati Erwin Burase, dengan tenang mendengarkan setiap paparan. Informasi dan laporan yang disampaikan, ia telan bulat-bulat, lalu menanggapinya dengan anggukan dan arahan.

Nampak, rencana ini bukan hanya sekadar wacana di atas kertas, tapi sudah masuk babak serius. Harapanya, Sekolah Rakyat ini segera jadi nyata, memutus mata rantai kemiskinan melalui lentera pendidikan yang tak lagi berbayar.

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini