Sulawesitoday - Bayang-bayang penurunan transfer dana menggelayuti kabupaten ini. Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Parigi Moutong mendesak pemerintah daerah. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah menjadi keharusan. Bukan lagi pilihan.
Dalam Rapat Paripurna, Selasa 11 November 2025, fraksi tersebut menyoroti fenomena krusial. Dana transfer dari pusat terus menyusut. Setiap tahunnya angkanya turun. Kondisi keuangan negara memaksa daerah mandiri. Pertanyaannya: siapkah Parigi Moutong menghadapi realitas ini?
"Melihat kondisi keuangan negara saat ini, dana transfer semakin berkurang," tegas representatif Fraksi Kebangkitan Bangsa. Pernyataan itu bukan sekadar peringatan. Ini alarm keras untuk pemerintah daerah. Kemandirian fiskal tak bisa ditunda lagi.
Wakil Bupati Abdul Sahid merespons dengan komitmen tegas. Inovasi terus digulirkan pemerintah. Strategi multisektor dipersiapkan matang. "Komitmen kami dalam meningkatkan target dan realisasi PAD dapat dilihat dari upaya yang terus dilakukan," jawabnya lugas.
Bagaimana Strategi Parigi Moutong Meningkatkan PAD?
Pemerintah kabupaten menjalankan strategi tiga lapis. Pertama, intensifikasi pajak daerah diperkuat. Ekstensifikasi digenjot maksimal. Kedua, pemungutan pajak baru diaktifkan. Pajak Air Tanah mulai diberlakukan. Formula pajak sarang burung walet tengah dikaji. Ketiga, retribusi daerah dibenahi menyeluruh.
Langkah berani diambil pemerintah. Fasilitas publik terus diperbaiki. Tujuannya jelas: retribusi dapat dipungut optimal. Pendataan komoditi unggulan juga dilakukan. Sektor pendapatan lain-lain dijajaki serius.
Fraksi Kebangkitan Bangsa memberikan catatan kritis. Mereka meminta rincian target PAD. Realisasinya harus transparan. Akuntabilitas menjadi kunci utama. Efisiensi anggaran tak bisa ditawar.
"Setiap program diarahkan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat," tegas fraksi. Peringatan ini penting. Program seremonial harus dihindari. Anggaran berbasis kinerja wajib diterapkan.
Apakah Sosialisasi Pajak Sudah Efektif?
Badan Pendapatan Daerah bergerak aktif. Sosialisasi menjadi agenda rutin bulanan. Metode tatap muka dipilih utama. Kunjungan ke wajib pajak dilakukan konsisten. Media sosial juga dimanfaatkan maksimal.
Tanggal 10 November 2025 kemarin, Bapenda menggelar sosialisasi. Lokasiya di Aula Kantor Camat Torue. Topiknya: Pajak Air Tanah dan Opsen. Pelaku usaha diundang hadir. Aparat desa juga dilibatkan langsung.
Narasumber didatangkan dari Dinas ESDM Provinsi. Samsat Parigi turut berkontribusi. Pendekatan kolaboratif dipilih pemerintah. Hasilnya? Partisipasi cukup menggembirakan.
Inovasi digital juga diluncurkan. Channel YouTube Bapenda aktif beroperasi. Facebook dan Instagram dimaksimalkan. Website resmi terus diperbarui. Bahkan film literasi dibuat khusus. Podcast 'Napareda' (Notesa Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) mengudara rutin.
Artikel Terkait
Prabowo Bertemu Paul Keating di Canberra, Bahas Geopolitik hingga Stabilitas Regional
Fraksi Golkar di Parlemen Soroti Ruang Fiskal Menyempit, Parigi Moutong Andalkan Komoditas Unggulan untuk Kemandirian Ekonomi Daerah
Fraksi Keadilan Rakyat DPRD Parigi Moutong Tuntut Belanja Modal Naik Bertahap, Infrastruktur Dasar Masih Minim
Perencanaan Whoosh Dikritik ICW, Utang Rp116 Triliun Baru Diributkan Belakangan
Prabowo Pulihkan Nama Baik Dua Guru Luwu Utara yang Divonis Kasasi Gara-gara Bantu Honorer