• Kamis, 4 Juni 2026

Tiga Ancaman Intai Remaja Parigi Moutong, Ini Solusi Pemda

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 16 November 2025 | 19:53 WIB
Parigi Moutong luncurkan PIK-R dan kukuhkan Ayah Bunda Genre untuk cegah stunting akibat pernikahan dini, narkoba, dan medsos.
Parigi Moutong luncurkan PIK-R dan kukuhkan Ayah Bunda Genre untuk cegah stunting akibat pernikahan dini, narkoba, dan medsos.

Sulawesitoday - Pernikahan dini, narkoba, dan media sosial. Tiga ancaman itu kini menjadi musuh utama remaja Parigi Moutong. Bupati H. Erwin Burase menegaskan, kondisi tersebut berdampak langsung pada masa depan generasi muda. Bahkan berisiko memicu lonjakan kasus stunting.

Pernyataan tegas itu disampaikan saat pembukaan Sosialisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, beberapa waktu lalu. Momentum ini sekaligus menandai pengukuhan Ayah Bunda Genre untuk lima kecamatan wilayah eks Parigi.

"Forum Genre bukan organisasi biasa," ujar Bupati Erwin. Ia menekankan, gerakan ini hadir sebagai solusi nyata. Bukan bagian dari persoalan yang ada.

Tema besar kegiatan kali ini: "Bersama Genre Kita Wujudkan Generasi yang Cerdas, Sehat, dan Terencana." Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajarannya. Juga Ketua TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong, pejabat pimpinan tinggi pratama, para camat eks Parigi, narasumber, Forum Genre, Duta Genre, hingga perwakilan PIK-R.

  • Mengapa Remaja Jadi Kunci Pencegahan Stunting?

Pertanyaan ini menjadi inti dari pesan Bupati Erwin. Menurutnya, pembangunan manusia tak cukup diukur dari angka ekonomi semata. Kualitas generasi muda jadi parameter sesungguhnya. Sehat, cerdas, dan berperilaku positif.

Tantangan yang dihadapi remaja masa kini sangat kompleks. Pernikahan dini masih jadi momok. Penyalahgunaan narkoba terus mengintai. Pengaruh negatif media sosial makin masif. Ketiga hal ini, kata Bupati, punya mata rantai dengan stunting.

"Remaja butuh bekal pengetahuan memadai," jelasnya. Pendampingan menjadi krusial agar mereka mampu merencakan masa depan dengan matang. Di titik inilah Forum Genre dan PIK-R berperan vital. Edukasi sebaya menjadi senjata utama.

Data membuktikan, remaja yang menikah dini cenderung melahirkan anak stunting. Kondisi ekonomi belum stabil. Pengetahuan gizi minim. Pola asuh belum matang. Semua bermuara pada satu titik: anak lahir dalam kondisi rentan.

  • Siapa Ayah Bunda Genre yang Dikukuhkan?

Selain membuka sosialisasi, Bupati juga mengukuhkan Ayah dan Bunda Genre. Wilayah sasaran: lima kecamatan eks Parigi. Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Tapi amanah besar untuk menjadi teladan.

"Ini bukan hanya gelar," tegas Bupati Erwin. Ia menekankan, ini tanggung jawab moral. Para Ayah Bunda Genre harus jadi sahabat remaja. Membimbing, menginspirasi, dan menciptakan komunikasi keluarga yang berkualitas.

Peran mereka strategis. Sebagai jembatan antara orang tua dan anak remaja. Komunikasi di rumah sering kali jadi kendala. Banyak orang tua gagal memahami dunia anak. Ayah Bunda Genre hadir sebagai mediator sekaligus role model.

Erwin juga menyoroti pentingnya tumbuh kembang anak yang terpantau. Bukan hanya aspek fisik. Tapi juga mental dan emosional. "Anak yang sehat dimulai dari keluarga yang sejahtera," katanya.

  • Bagaimana Strategi Kolaborasi Mengatasi Masalah Ini?

Bupati Erwin mengajak semua pihak bergabung. Pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus bersinergi. Gerakan Genre bukan tanggung jawab satu instansi. Ini gerakan bersama untuk masa depan lebih baik.

"Membangun remaja sama dengan membangun bangsa," ujarnya. Kalimat itu menjadi penutup sekaligus ajakan. Mari bersama mewujudkan remaja berencana. Keluarga sejahtera. Dan Parigi Moutong bebas stunting.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini