• Kamis, 4 Juni 2026

Wabup Parimo Serahkan Bantuan Bibit Pertanian, Optimalisasi Pekarangan Rumah Jadi Kunci Tekan Stunting

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 24 November 2025 | 16:46 WIB
Wabup Parimo serahkan bantuan bibit sayuran dan alat pertanian kepada ibu-ibu Desa Siniu untuk tekan stunting lewat pekarangan produktif.
Wabup Parimo serahkan bantuan bibit sayuran dan alat pertanian kepada ibu-ibu Desa Siniu untuk tekan stunting lewat pekarangan produktif.

Sulawesitoday - Pekarangan rumah kini tak lagi sekadar halaman kosong. Di tangan ibu-ibu Desa Toraranga Siniu, lahan sempit itu akan menjelma sumber gizi keluarga. Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, mewakili Bupati H. Erwin Burase, turun langsung menyerahkan bantuan bibit benih dan alat pertanian kepada puluhan kepala keluarga, Senin (24/11/2025). Acara berlangsung di kantor Desa Toraranga Siniu dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Program ini lahir dari komitmen serius Pemkab Parimo dalam menekan angka stunting. Bukan semata urusan posyandu dan puskesmas. Tetapi dimulai dari dapur rumah tangga, dari kebun pekarangan yang produktif. "Stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan," tegas Wabup saat membuka acara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya ketahanan pangan melalui Dinas Ketahanan Pangan.

Mengapa Pekarangan Rumah Begitu Penting?

Jawabanya sederhana namun fundamental. Akses terhadap pangan bergizi menentukan masa depan anak. Di Siniu, seperti banyak desa lain, ibu hamil dan balita sering kekurangan asupan sayur segar. Padahal, tomat, cabai, bayam, dan kangkung sangat krusial untuk tumbuh kembang optimal. "Dengan adanya bantuan ini, ibu-ibu dapat memanfaatkan pekarangan yang ada," ujar Abdul Sahid. Setiap jengkal tanah bisa diproduktif.

Wabup melanjutkan pesannya dengan nada persuasif. "Kita perlu memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita." Berkebun bukan sekadar hobi. Ini investasi kesehatan keluarga. Ia mengingatkan bahwa pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan. Asupan makanan bergizi harus tersedia, terjangkau, dan berkelanjutan. "Selain berkebun di pekarangan rumah, kita juga bisa memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami," tambahnya.

Siapa Saja yang Menerima Bantuan?

Penyerahan berlangsung simbolis namun bermakna. Tiga perwakilan dari tiga dusun menerima paket lengkap bibit dan alat. Ibu Nita dari Dusun 1, Ibu Nurjana dari Dusun 2, dan Ibu Nirwana dari Dusun 3 masing-masing mendapat kesempatan menerima langsung dari tangan Wabup. "Tanam bibit ini dengan sebaik mungkin," pesan Abdul Sahid kepada mereka. Harapanya jelas: hasil panen bisa dimanfatkan untuk konsumsi keluarga, bukan dijual.

Bantuan yang diserahkan cukup komprehensif. Bibit cabai, benih tomat, kangkung, bayam, dan sawi tersedia lengkap. Selain itu, alat pertanian dasar dan pupuk organik turut didistribusikan. Komposisi ini dirancang khusus agar ibu-ibu bisa langsung mulai bercocok tanam tanpa hambatan. Dinas Ketahanan Pangan telah menyiapkan pendampingan teknis untuk memastikan keberhasilan program ini.

Bagaimana Program Ini Mendukung Penurunan Stunting?

Logikanya straightforward. Stunting disebabkan malnutrisi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Jika ibu hamil kekurangan gizi, janin tumbuh suboptimal. Setelah lahir, balita butuh asupan protein dan vitamin dari sayuran segar. Program pekarangan produktif memotong rantai masalah ini di sumbernya.

"Mari kita jadikan gerakan ini sebagai langkah pertama," ajak Wabup dengan nada optimis. Ia membayangkan Parimo dengan generasi bebas stunting. Anak-anak sehat, cerdas, dan siap bersaing. "Ciptakan generasi yang sehat dan berkualitas untuk memerangi stunting," lanjutnya. Kalimat ini disambut tepuk tangan hadirin yang memadati halaman kantor desa.

Kegiatan ini bagian dari strategi besar peningkatan ketahanan pangan keluarga. Tujuanya berlapis: mendukung percepatan penurunan stunting melalui sumber pangan lokal, meningkatkan ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga, mendorong budidaya tanaman sayuran bernilai gizi, dan menumbuhkan kemandirian pangan daerah. Empat pilar ini saling menguatkan dalam ekosistem ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dukungan Penuh dari Stakeholder Daerah

Acara ini bukan seremoni biasa. Kehadiran para pejabat kunci menunjukan keseriusan Pemkab Parimo. Kepala Dinas Ketahanan Pangan memantau distribusi bantuan secara detail. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) turut hadir, menandakan program ini berbasis riset dan data. Kepala Dinas DP3AP2KB, yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, juga tak ketinggalan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini