• Kamis, 4 Juni 2026

Wabup Parimo Serahkan Bantuan Bibit Pertanian, Optimalisasi Pekarangan Rumah Jadi Kunci Tekan Stunting

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 24 November 2025 | 16:46 WIB
Wabup Parimo serahkan bantuan bibit sayuran dan alat pertanian kepada ibu-ibu Desa Siniu untuk tekan stunting lewat pekarangan produktif.
Wabup Parimo serahkan bantuan bibit sayuran dan alat pertanian kepada ibu-ibu Desa Siniu untuk tekan stunting lewat pekarangan produktif.

Camat Siniu memimpin koordinasi di tingkat kecamatan. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Siniu, yang langsung bersentuhan dengan ibu-ibu di basis, ikut turun tangan. Kepala Puskesmas hadir mewakili sektor kesehatan, sementara Babinsa Babinkamtibmas menjaga kelancaran acara. Kepala Desa beserta perangkatnya menjadi tuan rumah yang ramah. Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (KAUPT DISTPHP) memberikan penjelasan teknis budidaya kepada peserta.

Tokoh masyarakat setempat juga antusias. Mereka melihat program ini sebagai angin segar di tengah tantangan ekonomi. "Ini bantuan yang sangat kita butuhkan," ungkap salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Ia berharap program serupa bisa diperluas ke desa-desa lain di Parimo.

Apa Tantangan di Depan?

Bantuan sudah diserahkan. Namun perjalanan panjang baru dimulai. Keberhasilan program ini bergantung pada konsistensi dan pendampingan berkelanjutan. Bibit tanpa perawatan akan mati. Semangat tanpa dukungan teknis akan layu. Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen melakukan monitoring rutin. Mereka akan membentuk kelompok tani perempuan di setiap dusun untuk saling berbagi pengalaman dan solusi.

Cuaca ekstrem dan serangan hama menjadi risiko yang harus diantisipasi. Untuk itu, pelatihan penggunaan pupuk organik dan pestisida alami akan diagendakan. Pemkab juga menjanjikan pasokan bibit lanjutan jika program ini berhasil. "Insya Allah ke depanya dapat dipergunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin," harap Wabup saat menutup sambutanya.

Pemerintah daerah menyadari bahwa memerangi stunting bukan sprint, tetapi maraton. Dibutuhkan napas panjang, kolaborasi erat, dan evaluasi berkala. Program pekarangan produktif ini hanya satu dari sekian banyak intervensi yang dilakukan. Namun, jika berhasil, ini bisa menjadi model replikasi untuk daerah lain.

Baca Juga: Festival Teluk Tomini 2025 Ditutup: Bupati Parimo Ingin Lebih dari Sekadar Seremonial

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini