• Selasa, 21 Juli 2026

Bupati Parigi Moutong Buka Muscab VII IBI, Tekankan Pelayanan Berbasis Bukti

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Selasa, 31 Maret 2026 | 17:20 WIB
Bupati Parigi Moutong membuka Muscab VII IBI, mendorong bidan terapkan pelayanan berbasis bukti untuk tekan AKI, AKB, dan stunting di daerah.
Bupati Parigi Moutong membuka Muscab VII IBI, mendorong bidan terapkan pelayanan berbasis bukti untuk tekan AKI, AKB, dan stunting di daerah.

Evidence-based practice bukan kata asing di dunia medis. Tapi di lapangan, terutama di daerah-daerah yang masih berkembang, praktik berbasis kebiasaan — bukan berbasis bukti — masih sering terjadi. Warisan lisan yang turun-temurun. Prosedur yang diikuti tanpa tahu alasannya. Tindakan yang dilakukan karena "dari dulu memang begitu."

Muscab ini hadir di tengah konteks itu. Mendorong setiap bidan untuk terus memperbarui pengetahuan. Untuk tidak berhenti belajar setelah lulus ujian. Untuk menjadikan jurnal ilmiah dan pedoman klinis terbaru sebagai teman kerja sehari-hari.

Muscab: Bukan Seremonial, Tapi Konsolidasi Nyata

Musyawarah Cabang adalah forum tertinggi IBI di tingkat kabupaten. Bukan rapat biasa. Di sinilah konsolidasi organisasi diperbarui. Di sinilah kapasitas anggota diukur dan ditingkatkan. Di sinilah program kerja inovatif dan berkelanjutan dirumuskan.

Lebih dari itu, Muscab adalah momentum konsolidasi dari tingkat ranting. Para bidan dari berbagai wilayah di Parigi Moutong — termasuk daerah-daerah terpencil yang akses kesehatannya masih jadi tantangan — berkumpul dan menyatukan visi.

Kepengurusan baru yang akan terpilih dalam forum ini diharapkan mampu membawa IBI Kabupaten Parigi Moutong menjadi organisasi profesi yang semakin maju, solid, dan responsif terhadap tantangan zaman. Bukan hanya maju dalam administrasi. Tapi maju dalam dampak nyata bagi masyarakat.

Komitmen Pemkab: Bukan Janji, Tapi Bukti

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tidak hanya hadir sebagai penonton. Mereka menyatakan komitmen konkret: terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.

Tiga pilar itu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Fasilitas tanpa tenaga kompeten hanya jadi gedung kosong. Tenaga kompeten tanpa fasilitas memadai bekerja dengan tangan terikat. Dan keduanya tidak akan optimal tanpa kolaborasi lintas sektor — dari dinas kesehatan, BPJS, pemerintah desa, hingga lembaga pendidikan.

Di ujung sambutannya, Bupati menitipkan pesan yang sederhana tapi berat maknanya:

"Saya mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga etika profesi, serta memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas kepada masyarakat."

Humanis dan berkualitas. Dua kata yang sering disebut bersama tapi jarang benar-benar dihidupi secara bersamaan. Kualitas tanpa kemanusiaan terasa dingin. Kemanusiaan tanpa kualitas bisa berbahaya. Keduanya harus hadir sekaligus — di setiap pemeriksaan, di setiap persalinan, di setiap kunjungan ke rumah pasien.

Siapa Saja yang Hadir

Muscab Ke-VII IBI Kabupaten Parigi Moutong dihadiri oleh Bupati Parigi Moutong, Ketua Tim Penggerak PKK, unsur Forkopimda, Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Kepala Puskesmas eks Parigi, serta seluruh Ketua Ranting dan anggota IBI Cabang Kabupaten Parigi Moutong.

Kehadiran lintas institusi itu bukan kebetulan. Itu sinyal. Bahwa isu kebidanan bukan lagi urusan satu instansi. Ia menyentuh semua lini — dari jaminan sosial ketenagakerjaan bidan, dari keamanan dan ketertiban yang mendukung akses layanan, hingga kebijakan daerah yang menentukan nasib fasilitas kesehatan di pelosok.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini