Sulawesitoday - Angka 24 bukan sekadar usia. Bagi Kabupaten Parigi Moutong, ulang tahun kali ini adalah soal energi. Energi kaum muda.
Itulah mengapa Erwin Burase tidak mau main-main. Bupati Parigi Moutong itu memimpin sendiri rapat di ruang kerjanya, Selasa (31/3). Agendanya tunggal: memastikan turnamen futsal piala bergilir bupati berjalan sempurna.
Awalnya, rencana itu sederhana. Hanya untuk anak SMA. Tapi di tangan Erwin, rencana itu berubah. Meledak.
"Harus lebih inklusif. Semangat HUT kabupaten ini milik semua pelajar," begitu kira-kira arahan yang menegaskan perubahan arah turnamen tersebut.
Ekspansi Kategori: SD dan SMP Masuk Gelanggang
Keputusan penting diambil dalam rapat itu. Kategori peserta ditambah. Tidak lagi melulu soal anak SMA yang sudah jago menendang bola. Anak SD dan SMP pun diajak masuk lapangan.
Pemerintah daerah ingin pembinaan atlet dilakukan sejak dini. Sejak kaki-kaki mungil itu mulai gemar mengejar bola di lapangan sekolah. Dengan begini, kemeriahan HUT ke-24 akan terasa di setiap kantin sekolah, dari jenjang dasar hingga menengah atas.
Total Hadiah Rp72 Juta: Bukan Kaleng-kaleng
Komitmen Erwin bukan hanya soal instruksi di atas kertas. Tapi juga soal apresiasi. Pemerintah daerah langsung memasang angka yang lumayan serius untuk ukuran turnamen pelajar.
Tiap kategori—SD, SMP, dan SMA—dijanjikan bonus masing-masing Rp24 juta. Totalnya? Rp72 juta. Angka yang cantik, sesuai dengan angka ulang tahun kabupaten tahun ini.
Jadwal kick off sudah dikunci: 12 April 2025.
Tujuannya satu: berebut Piala Bergilir Bupati Parigi Moutong. Simbol gengsi. Simbol kehormatan sekolah.
Bukan Sekadar Seremonial
Ketua Panitia, Roni Saputra, nampak lega. Dukungan pimpinan daerah ternyata melampaui ekspektasinya.
Artikel Terkait
Pangkat Anumerta dan Santunan Miliaran bagi Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Saldo BRImo Jadi Rp0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI Soal Gangguan Sistem
Pesona Pesisir Majene di Mata Juan Reza, Dari Stadion Prasamya Menatap Laut Biru
Bukan Sekadar Riset, Sinergi Kemenkumham Sulteng Lindungi Intelektual
Parigi Moutong Jadi Magnet Perencanaan: Menepis Ego, Merajut Sinergi di Forkkom XXIII