“Bupati tidak hanya memberi arahan, tetapi turun langsung memimpin pembahasan. Beliau memastikan setiap persiapan benar-benar matang,” ujar Roni.
Bagi Roni, kehadiran langsung bupati dalam rapat persiapan adalah sinyal kuat. Ini bukan sekadar acara gunting pita atau hura-hura tahunan. Ini adalah soal pembangunan karakter.
Lewat futsal, ada disiplin yang diajarkan. Ada sportivitas yang diuji. Dan yang paling penting: ada kebersamaan antarpelajar yang dirajut di atas lapangan hijau sintetis.
Kabupaten Parigi Moutong sedang bersiap. Menjelang usia ke-24, daerah ini ingin membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal aspal dan beton. Tapi juga soal mencetak generasi yang tangguh di lapangan, dan kelak, tangguh dalam kehidupan.
Bola sudah siap diletakkan di titik tengah. Tinggal menunggu peluit berbunyi.
Parigi Moutong Jadi Magnet Perencanaan: Menepis Ego, Merajut Sinergi di Forkkom XXIII
Artikel Terkait
Pangkat Anumerta dan Santunan Miliaran bagi Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Saldo BRImo Jadi Rp0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI Soal Gangguan Sistem
Pesona Pesisir Majene di Mata Juan Reza, Dari Stadion Prasamya Menatap Laut Biru
Bukan Sekadar Riset, Sinergi Kemenkumham Sulteng Lindungi Intelektual
Parigi Moutong Jadi Magnet Perencanaan: Menepis Ego, Merajut Sinergi di Forkkom XXIII