Sulawesitoday - Dunia kampus tidak boleh hanya jadi menara gading. Ia harus melek hukum. Terutama soal hak kekayaan intelektual. Inilah yang menjadi sumbu pertemuan penting di ruang kerja Kakanwil Kemenkumham Sulteng, Selasa lalu.
Tamunya bukan orang sembarang: Munawir Sadzali Razak. Beliau adalah Kepala LLDIKTI Wilayah XVI. Kedatangannya disambut langsung oleh Rakhmat Renaldy, sang Kakanwil.
Pertemuannya cair. Tapi isinya padat. Mereka bicara tentang satu hal: bagaimana mahasiswa dan dosen di Sulawesi Tengah tidak hanya jago bikin riset, tapi juga paham cara melindunginya.
"Kolaborasi ini strategis. Perguruan tinggi itu motor penggerak. Di sanalah pusat intelektual kita berada," ujar Rakhmat Renaldy di sela diskusi.
Rencananya, sosialisasi hukum besar-besaran akan digelar. Sasarannya jelas: kampus-kampus swasta di Bumi Tadulako. Tujuannya mulia. Agar civitas akademika punya tameng hukum atas karya-karya mereka. Selama ini, banyak karya hebat lahir dari kampus, tapi sering kali luput dari pendaftaran kekayaan intelektual.
Kerja sama ini tidak akan berhenti di atas meja kopi. Sebuah draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) sedang digodok. Kabarnya, dalam waktu dekat, hitam di atas putih akan segera ditandatangani.
Munawir Sadzali Razak menyambutnya dengan antusias. Beliau siap mengerahkan seluruh kampus di wilayahnya untuk ambil bagian. Beliau ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sadar hukum secara administrasi.
Jika sinergi ini berjalan mulus, kampus di Sulawesi Tengah akan punya warna baru. Bukan sekadar tempat kuliah, tapi menjadi benteng kesadaran hukum yang kokoh.
Inovasi memang penting. Tapi melindungi inovasi jauh lebih penting.
Kemenkum Sulteng Buka Pintu Perlindungan Merek Kolektif bagi UMKM Pangan
Artikel Terkait
Menteri Bahlil: Urus BBM Tak Bisa Sendiri, Perlu Gaya Terminal
Amsal Sitepu Bebas, Saat Video Profil Desa Bukanlah Korupsi
Pangkat Anumerta dan Santunan Miliaran bagi Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Saldo BRImo Jadi Rp0? Jangan Panik, Ini Penjelasan Resmi BRI Soal Gangguan Sistem
Pesona Pesisir Majene di Mata Juan Reza, Dari Stadion Prasamya Menatap Laut Biru