Tapi di Parigi Moutong, sekolah rakyat itu sudah lama ada. Bukan dalam bentuk proyek, tapi dalam bentuk semangat yang bertahan meski listrik kadang padam dan guru tak sempat update LinkedIn.
Apakah itu cukup? Tentu belum. Tapi setidaknya, mereka yang sempat berhenti kini punya tempat untuk kembali.
Dan di dunia yang makin kompetitif, kadang satu bangku kecil di PKBM bisa jadi perbedaan antara hidup dalam statistik, atau hidup dengan harapan.