Chiru: Antelop Tibet yang Misterius dan Dihargai Tinggi
Sulawesitoday- Chiru atau antelop Tibet, tak hanya menghiasi dataran tinggi Tibet, tetapi juga memperluas keberadaannya di wilayah China, termasuk bagian selatan Xinjiang dan barat Qinghai. Bahkan, beberapa di antaranya ditemukan melintasi perbatasan hingga Ladakh, India.
Hidup dalam Komunitas Besar
Dalam kehidupannya, chiru tak sendiri. Mereka membentuk kelompok besar yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Aktivitasnya lebih intens saat fajar dan petang, sementara siang hari lebih banyak dihabiskan untuk istirahat.
Migrasi Luar Biasa Betina dan Anaknya
Tak hanya hidup dalam kelompok besar, betina chiru juga melakukan migrasi yang luar biasa. Mereka bergerak ratusan kilometer untuk melahirkan anak-anaknya di tempat yang aman dari predator dan kaya akan sumber makanan.
Kecepatan Mengagumkan
Dengan jumlah sel darah merah yang tinggi, chiru mampu berlari dengan kecepatan mencengangkan hingga 80 kilometer per jam. Ini menjadikannya hewan tercepat di dataran tinggi yang ekstrem.
Poligini dalam Sistem Perkawinan
Dalam hal perkawinan, chiru mengadopsi sistem poligini, di mana satu jantan dapat memiliki beberapa betina. Mereka membentuk harem di mana jantan akan menjaga betina-betinanya dari jantan lain.
Bulu yang Sangat Dihargai
Namun, keindahan chiru juga menjadi kutukan baginya. Bulu halusnya, dikenal sebagai shahtoosh, sangat dihargai dan digunakan untuk membuat selendang mewah. Hal ini telah menyebabkan penangkapan liar dan ancaman terhadap populasi chiru.
Chiru, antelop Tibet yang misterius, memiliki sisi unik dan menarik yang patut dijelajahi. Namun, perlu kehati-hatian dalam menjaga keberlangsungan hidupnya di habitat alaminya.