• Rabu, 1 Juli 2026

Chiru: Antelop Tibet yang Misterius dan Dihargai Tinggi

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 31 Maret 2024 | 06:33 WIB
Chiru: Antelop Tibet yang Misterius dan Dihargai Tinggi
Chiru: Antelop Tibet yang Misterius dan Dihargai Tinggi

Chiru: Antelop Tibet yang Misterius dan Dihargai Tinggi

Sulawesitoday- Chiru atau antelop Tibet, tak hanya menghiasi dataran tinggi Tibet, tetapi juga memperluas keberadaannya di wilayah China, termasuk bagian selatan Xinjiang dan barat Qinghai. Bahkan, beberapa di antaranya ditemukan melintasi perbatasan hingga Ladakh, India.

Hidup dalam Komunitas Besar

Dalam kehidupannya, chiru tak sendiri. Mereka membentuk kelompok besar yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Aktivitasnya lebih intens saat fajar dan petang, sementara siang hari lebih banyak dihabiskan untuk istirahat.

Migrasi Luar Biasa Betina dan Anaknya

Tak hanya hidup dalam kelompok besar, betina chiru juga melakukan migrasi yang luar biasa. Mereka bergerak ratusan kilometer untuk melahirkan anak-anaknya di tempat yang aman dari predator dan kaya akan sumber makanan.

Kecepatan Mengagumkan

Dengan jumlah sel darah merah yang tinggi, chiru mampu berlari dengan kecepatan mencengangkan hingga 80 kilometer per jam. Ini menjadikannya hewan tercepat di dataran tinggi yang ekstrem.

Poligini dalam Sistem Perkawinan

Dalam hal perkawinan, chiru mengadopsi sistem poligini, di mana satu jantan dapat memiliki beberapa betina. Mereka membentuk harem di mana jantan akan menjaga betina-betinanya dari jantan lain.

Bulu yang Sangat Dihargai

Namun, keindahan chiru juga menjadi kutukan baginya. Bulu halusnya, dikenal sebagai shahtoosh, sangat dihargai dan digunakan untuk membuat selendang mewah. Hal ini telah menyebabkan penangkapan liar dan ancaman terhadap populasi chiru.

Chiru, antelop Tibet yang misterius, memiliki sisi unik dan menarik yang patut dijelajahi. Namun, perlu kehati-hatian dalam menjaga keberlangsungan hidupnya di habitat alaminya.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB