• Selasa, 21 Juli 2026

Gerbang Neraka di Turkmenistan, Kawah Gas yang Terbakar Terus Menerus Selama Puluhan Tahun

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 20 Oktober 2024 | 20:46 WIB
Gerbang Neraka, kawah gas terbakar di Turkmenistan yang telah menyala selama lebih dari 50 tahun, merupakan salah satu fenomena alam terunik di dunia. #GerbangNeraka #Turkmenistan #Petualangan #Wisata (Dwi Rahayu Putri)
Gerbang Neraka, kawah gas terbakar di Turkmenistan yang telah menyala selama lebih dari 50 tahun, merupakan salah satu fenomena alam terunik di dunia. #GerbangNeraka #Turkmenistan #Petualangan #Wisata (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Apakah Anda pernah mendengar tentang sebuah kawah raksasa yang disebut Gerbang Neraka? Jika belum, bersiaplah untuk kagum, karena tempat ini nyata dan bukan dari imajinasi Hollywood. Berlokasi di tengah gurun Karakum, Turkmenistan, kawah gas yang terbakar ini telah menyala tanpa henti selama lebih dari lima dekade.

Penduduk setempat menyebutnya sebagai "Darvaza Gas Crater", namun nama populernya yang menyeramkan lebih cocok untuk menggambarkan pemandangan aneh ini: Gerbang Neraka.

Baca Juga: Dari Gelombang Panas hingga Badai yang Tak Terduga: Bukti-bukti Cuaca Bumi Semakin Aneh

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Awalnya, kawah ini tidak dimaksudkan menjadi tontonan abadi yang menakutkan. Kisahnya dimulai pada tahun 1971, ketika sekelompok ilmuwan Soviet melakukan eksplorasi gas alam di kawasan tersebut. Mereka menemukan cadangan gas metana di bawah tanah dan segera memulai pengeboran. Namun, takdir berkata lain. Saat pengeboran berlangsung, tanah di bawah rig pengeboran runtuh, menciptakan kawah besar berdiameter sekitar 70 meter.

Aliran gas alam yang berbahaya segera terlepas, dan demi mencegah risiko lebih besar, ilmuwan memutuskan untuk membakar gas tersebut, dengan harapan nyala api akan padam dalam beberapa hari.

Baca Juga: Mengapa Labirin Kebun Jagung Terbesar di Dunia Menarik Jutaan Pengunjung Setiap Tahun

Namun, mereka salah besar. Api yang dinyalakan untuk sementara waktu ternyata terus membara hingga hari ini—lebih dari 50 tahun kemudian. “Kami pikir api akan padam dalam beberapa hari,” ujar seorang insinyur yang terlibat dalam proyek tersebut, “tapi tak ada yang bisa memprediksi hasilnya.”

Mengapa Api Terus Menyala?

Mungkin ini pertanyaan paling umum yang diajukan oleh orang-orang yang pertama kali mendengar tentang kawah Darvaza. Api yang seharusnya padam dalam hitungan hari ternyata terus menyala karena kandungan gas metana yang luar biasa melimpah di bawah kawah. Metana adalah gas yang sangat mudah terbakar dan, sayangnya, di bawah tanah gurun Karakum, deposit gas ini sangat melimpah sehingga api terus disuplai tanpa henti. Kawah ini menjadi seperti lilin yang terus menyala, meski tak ada yang menginginkannya.

Baca Juga: Fakta Unik tentang Tidur Lumba-Lumba dengan Satu Mata Terbuka

Gas metana juga menjadi alasan mengapa lokasi ini dibiarkan terbakar selama ini. Metana yang tidak terbakar akan dilepaskan ke atmosfer, dan itu lebih buruk. Mengapa? Karena gas metana 25 kali lebih berbahaya daripada karbon dioksida dalam hal penangkapan panas atmosfer, menjadikannya salah satu penyebab utama pemanasan global.

Daya Tarik Wisata dan Bahaya yang Mengintai

Meski penampilannya menyeramkan dan namanya lebih cocok untuk setting film horor, Gerbang Neraka di Darvaza justru menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Seolah-olah mereka datang untuk menantang rasa takut mereka, berdiri di tepi kawah yang menganga, merasakan panas dari api yang membara, dan memandangi api yang seolah tak pernah mati.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

Perahu Penjaga Dapur di Laut Lebo

Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:05 WIB

44 Negara Tanpa Laut, Bagaimana Mereka Bertahan?

Selasa, 28 Januari 2025 | 20:35 WIB