• Selasa, 21 Juli 2026

Selamat Tinggal Android, Kebangkitan HarmonyOS Huawei dan Ancaman Bagi Dominasi Google

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 19 Januari 2026 | 18:21 WIB
Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS Next sebagai sistem operasi yang 100% independen dari Android12. Dibangun di atas 12Hongmeng Kernel dengan arsitektur microkernel, OS ini menawarkan fitur Super Devi
Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS Next sebagai sistem operasi yang 100% independen dari Android12. Dibangun di atas 12Hongmeng Kernel dengan arsitektur microkernel, OS ini menawarkan fitur Super Devi

Sulawesitoday - Dunia teknologi sedang menyaksikan pergeseran besar di awal tahun 2026. Huawei, yang sebelumnya dianggap sebagai korban perang dagang, kini mulai melakukan serangan balik dengan merilis HarmonyOS Next, sebuah sistem operasi yang 100% independen dan tidak lagi bergantung pada Android.

Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk baru, melainkan sebuah deklarasi kemerdekaan teknologi dari Cina yang berpotensi mengguncang dominasi global Google.

  • Keberhasilan di Pasar Domestik: Menyalip Apple

Selama lebih dari satu dekade, Android telah menjadi penguasa absolut dengan pangsa pasar global di atas 70%. Namun, Huawei berhasil membangun benteng kuat di pasar smartphone terbesar di dunia, yaitu Cina.

Pada kuartal kedua tahun 2025, pangsa pasar HarmonyOS mencapai 17%, secara konsisten menyalip pangsa pasar iOS dari Apple yang berada di angka 16%.

Meskipun Android masih memimpin di angka 66%, tren ini menunjukkan bahwa Huawei telah berhasil menciptakan kekuatan alternatif yang nyata di kandangnya sendiri.

  • Lompatan Teknologi: Dari AOSP ke Hongmeng Kernel

Berbeda dengan versi sebelumnya yang masih menggunakan basis Android Open Source Project (AOSP), HarmonyOS Next benar-benar membuang total semua kode Android. Sistem ini dibangun dari nol di atas kernel buatan Huawei sendiri yang disebut Hongmeng Kernel.

Secara teknis, HarmonyOS menggunakan arsitektur microkernel yang diibaratkan seperti balok-balok Lego yang independen, berbeda dengan Android yang bersifat monolitik dan kaku. Keunggulan dari arsitektur ini antara lain:

• Sistem menjadi lebih ringan, aman, dan efisien.

• Performa diklaim 30% lebih mulus dibandingkan sistem sebelumnya.

• Penggunaan memori yang jauh lebih hemat.

  • Fitur "Super Device": Integrasi yang Melampaui Apple

Kekuatan sejati HarmonyOS terletak pada konsep "Super Device", sebuah ekosistem terdistribusi yang menyatukan berbagai perangkat seperti ponsel, tablet, laptop, jam tangan, hingga mobil menjadi satu komputer super.

Pengguna dapat dengan mudah melakukan drag and drop file antar perangkat atau memindahkan suara rapat dari ponsel ke headphone hanya dengan menyeret ikon di control center. Level integrasi ini dianggap lebih cair dan ketat dibandingkan apa yang telah dicapai Apple saat ini.

  • Tantangan Besar di Pasar Global

Meskipun berjaya di Cina, Huawei menghadapi tantangan besar untuk merambah pasar global seperti Indonesia. Karena HarmonyOS Next murni tanpa kode Android, aplikasi Android sama sekali tidak bisa diinstal dan harus dibuat ulang secara natif.

Saat ini, pangsa pasar global HarmonyOS baru mencapai sekitar 4%, sebuah angka yang belum cukup kuat untuk membuat developer internasional berbondong-bondong membuat aplikasi khusus.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini