Sulawesitoday - Sesuatu yang besar sedang terjadi. Diam-diam. Tapi pasti.
Para raksasa smartphone dunia — merek-merek yang namanya disebut jutaan orang setiap hari — sedang mengepak koper. Meninggalkan China. Mencari rumah baru.
Dan India, dengan senyum lebar Narendra Modi, sudah menyiapkan karpet merahnya.
Geopolitik yang Panas, Bisnis yang Bergerak
Hubungan Amerika Serikat dan China bukan sekadar dingin. Panas membara.
Tarif tinggi Trump menjadi senjata ekonomi yang menghantam keras. Produk-produk impor dari negeri Xi Jinping dihadang di pintu masuk Amerika dengan bea masuk yang mencekik.
Para vendor smartphone tidak mau mati bersama ketidakpastian itu. Bisnis terlalu besar untuk dipertaruhkan di atas meja perang dagang.
Maka kaki-kaki pabrik pun mulai bergerak.
India: Dari Penonton Menjadi Pemain
India tidak sekadar menunggu.
Dalam satu dekade terakhir, India telah memproduksi smartphone dengan nilai hampir US$60 miliar pada tahun fiskal 2024-2025. Angka yang mengejutkan. Bahkan menakjubkan.
Karena angka itu adalah lompatan 28 kali lipat dibandingkan dekade sebelumnya.
Dua puluh delapan kali lipat.
Bukan dua kali. Bukan sepuluh kali. Dua puluh delapan kali lipat.