Apple dan Samsung menjadi dua nama besar yang sudah memanfaatkan skema ini.
Program itu memang berakhir bulan ini. Tapi India tidak berhenti.
Pemerintah India sedang merancang skema insentif baru. Kali ini dikaitkan langsung dengan ekspor — agar produksi India bisa bersaing di panggung global, bukan hanya domestik.
Seorang pejabat India menyebutkan, insentif baru kemungkinan besar akan mencakup investasi mulai April tahun ini.
Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India sudah menggelar konsultasi intensif dengan industri.
Momentum yang Tidak Boleh Dilewatkan
Sejarah mencatat: peralihan pusat manufaktur global tidak terjadi dua kali dalam satu generasi.
China dulu merebut posisi itu dari negara-negara lain — dengan kerja keras, insentif besar, dan keberanian membangun infrastruktur masif.
Sekarang India sedang berdiri di titik yang sama persis seperti China dulu.
Dengan populasi muda terbesar di dunia. Dengan pasar domestik yang rakus. Dengan pemerintah yang paham betul bahwa manufaktur adalah tiket masuk ke liga utama ekonomi dunia.
India bergerak.
China bergetar.
Dan dunia sedang menyaksikan perpindahan kekuatan manufaktur terbesar abad ini.
Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik Seribu Km Sekali Cas, Ini Teknologinya
Artikel Terkait
Pedang Bermata Dua Bernama AI, Indonesia Berlari atau Tergilas?
Bukan 21 Hari Lalu Habis, Bahlil Bongkar Cara Kerja Stok BBM Indonesia di Tengah Perang
Hati-hati! 11 Aplikasi Populer di HP Anda Ini Ternyata Buatan Mantan Intelijen Israel
Apple Pangkas Komisi App Store China Jadi 25 Persen Setelah Tekanan Regulator Beijing
Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik Seribu Km Sekali Cas, Ini Teknologinya