• Selasa, 21 Juli 2026

Ditinggal Raksasa Teknologi, China Kehilangan Mahkota Manufaktur Smartphone ke India

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 13 Maret 2026 | 21:32 WIB
India jadi pusat manufaktur smartphone baru, produksi melejit 28 kali lipat. Apple, Samsung hengkang dari China demi hindari tarif tinggi AS.
India jadi pusat manufaktur smartphone baru, produksi melejit 28 kali lipat. Apple, Samsung hengkang dari China demi hindari tarif tinggi AS.

Itu bukan pertumbuhan. Itu ledakan.

Target US$500 Miliar: Gila? Tidak.

New Delhi memasang target besar: ekspansi manufaktur elektronik mencapai US$500 miliar pada 2030.

Lima ratus miliar dolar.

Angka yang terdengar mustahil bagi yang belum melihat trajektori pertumbuhannya. Tapi bagi yang sudah menyaksikan lompatan 28 kali lipat itu — angka ini terasa masuk akal.

India sedang dalam mode berlari. Bukan jalan. Berlari.

Apple: Pelopor Perpindahan Besar

Apple adalah yang paling keras bergerak.

Sepanjang 2025, sebanyak 55 juta iPhone diproduksi di India. Naik 53 persen dari tahun sebelumnya yang 36 juta unit.

Angka itu setara dengan seperempat dari seluruh produksi iPhone global — yang setiap tahunnya berkisar 220 hingga 230 juta unit.

Satu dari empat iPhone yang digenggam manusia di seluruh dunia, kini lahir dari tanah India.

Bukan lagi hanya model murah. Program insentif India berhasil mendorong Apple memproduksi model iPhone termahal dan terbaru di sana. Sebuah pergeseran yang tidak kecil maknanya.

Insentif: Senjata Rahasia India

Di balik semua ini, ada sebuah program senilai hampir US$21 miliar.

Program insentif produksi nasional — dirancang khusus untuk menyaingi kekuatan pabrik China yang sudah mengakar puluhan tahun.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini