Itu bukan pertumbuhan. Itu ledakan.
Target US$500 Miliar: Gila? Tidak.
New Delhi memasang target besar: ekspansi manufaktur elektronik mencapai US$500 miliar pada 2030.
Lima ratus miliar dolar.
Angka yang terdengar mustahil bagi yang belum melihat trajektori pertumbuhannya. Tapi bagi yang sudah menyaksikan lompatan 28 kali lipat itu — angka ini terasa masuk akal.
India sedang dalam mode berlari. Bukan jalan. Berlari.
Apple: Pelopor Perpindahan Besar
Apple adalah yang paling keras bergerak.
Sepanjang 2025, sebanyak 55 juta iPhone diproduksi di India. Naik 53 persen dari tahun sebelumnya yang 36 juta unit.
Angka itu setara dengan seperempat dari seluruh produksi iPhone global — yang setiap tahunnya berkisar 220 hingga 230 juta unit.
Satu dari empat iPhone yang digenggam manusia di seluruh dunia, kini lahir dari tanah India.
Bukan lagi hanya model murah. Program insentif India berhasil mendorong Apple memproduksi model iPhone termahal dan terbaru di sana. Sebuah pergeseran yang tidak kecil maknanya.
Insentif: Senjata Rahasia India
Di balik semua ini, ada sebuah program senilai hampir US$21 miliar.
Program insentif produksi nasional — dirancang khusus untuk menyaingi kekuatan pabrik China yang sudah mengakar puluhan tahun.
Artikel Terkait
Pedang Bermata Dua Bernama AI, Indonesia Berlari atau Tergilas?
Bukan 21 Hari Lalu Habis, Bahlil Bongkar Cara Kerja Stok BBM Indonesia di Tengah Perang
Hati-hati! 11 Aplikasi Populer di HP Anda Ini Ternyata Buatan Mantan Intelijen Israel
Apple Pangkas Komisi App Store China Jadi 25 Persen Setelah Tekanan Regulator Beijing
Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik Seribu Km Sekali Cas, Ini Teknologinya