• Selasa, 21 Juli 2026

Ilmuwan China Ciptakan Baterai Mobil Listrik Seribu Km Sekali Cas, Ini Teknologinya

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Jumat, 13 Maret 2026 | 21:10 WIB
Peneliti Nankai University kembangkan baterai solid-state 500 Wh/kg untuk mobil listrik. Jarak tempuh lebih dari 1.000 km sekali cas kini makin dekat jadi kenyataan.
Peneliti Nankai University kembangkan baterai solid-state 500 Wh/kg untuk mobil listrik. Jarak tempuh lebih dari 1.000 km sekali cas kini makin dekat jadi kenyataan.

Sulawesitoday - Angka itu bukan salah ketik.

Seribu kilometer. Sekali pengisian daya. Bukan mimpi, bukan janji politisi, bukan brosur iklan. Para peneliti dari Nankai University, China, menyatakan baterai solid-state terbaru mereka sudah dipasang pada kendaraan nyata. Sudah diuji untuk perjalanan jarak jauh. Hasilnya: lebih dari 1.000 km dalam sekali cas.

Bayangkan Jakarta ke Surabaya. Pulang. Masih ada sisa.

Rahasianya ada pada kepadatan energi. Baterai ini mampu menyimpan lebih dari 500 watt-jam per kilogram (Wh/kg). Bandingkan dengan baterai lithium-ion terbaik yang beredar di pasaran hari ini — paling tinggi sekitar 300 Wh/kg. Artinya, teknologi Nankai ini sekitar 30 persen lebih efisien. Lebih ringan. Lebih kecil. Tapi menyimpan lebih banyak tenaga.

Dalam dunia kendaraan listrik, angka itu revolusioner.

Bukan Sekadar Angka di Atas Kertas

Detail kendaraan uji belum diungkap secara penuh. Tapi laporan lanjutan menyebut pengujian melibatkan prototipe yang dikembangkan oleh China Automotive New Energy Battery (CANEB) — anak usaha baterai milik raksasa otomotif China FAW Group. Bukan perusahaan ecek-ecek.

Saat ini, paket baterai yang sudah diuji memiliki kapasitas total 142 kWh dengan kepadatan energi 288 Wh/kg pada tingkat sistem — setelah memperhitungkan semua komponen pendukung: sistem pendingin, kabel, struktur pelindung. Bukan angka mentah di laboratorium, melainkan angka sesungguhnya di dalam kendaraan.

Ke depan, target mereka lebih ambisius lagi. Kepadatan energi 340 Wh/kg dengan kapasitas hingga 200 kWh. Jika tercapai, mobil listrik berpotensi melahap lebih dari 1.600 km dalam sekali pengisian. Jakarta ke Bali. Tanpa berhenti mengisi daya.

Tidak Meledak, Tidak Mudah Terbakar

Jarak tempuh hanyalah satu sisi keunggulan. Sisi lain yang jarang dibicarakan: keamanan.

Baterai lithium-ion konvensional menggunakan elektrolit cair yang mudah terbakar. Dendrit — tonjolan logam yang tumbuh dari waktu ke waktu di dalam baterai — bisa memicu korsleting, bahkan kebakaran. Berita tentang mobil listrik terbakar bukan isapan jempol.

Baterai solid-state hadir dengan solusi berbeda. Elektrolit padat tidak mudah terbakar. Risiko kegagalan fatal jauh lebih kecil. Teknologi super-wetting pada sistem elektrolit hibrida padat-cair dirancang untuk meningkatkan konduktivitas ion sekaligus menjaga keamanan. Katoda mangan kaya lithium yang digunakan juga berperan menekan pertumbuhan dendrit, memperpanjang usia pakai baterai.

Peta Baru Persaingan Mobil Listrik Dunia

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini