Sebagai pembanding: median jarak tempuh mobil listrik produksi 2024 hanya sekitar 455 km. Lucid Air — model dengan jarak tempuh terjauh di kelasnya saat ini — mencatat 825 km. Angka yang selama ini dianggap luar biasa.
Jika baterai Nankai masuk produksi massal, Lucid Air akan tampak biasa-biasa saja.
Tentu ada catatan penting. Riset ini merupakan kolaborasi universitas dan industri yang belum diverifikasi secara independen melalui penelitian peer-review. Dari laboratorium ke jalanan umum, jarak masih panjang. Regulasi, produksi massal, rantai pasok — semuanya belum terjawab.
Tapi tanda-tandanya jelas. Teknologi baterai solid-state tidak lagi berbicara soal kapan bisa keluar dari laboratorium. Pertanyaannya sekarang: kapan masuk ke garasi rumah.
China tidak berhenti.
Bukan Fiksi! Ilmuwan China Klaim Chip Otak Segera Masuk Asuransi & Digunakan Publik
Artikel Terkait
Serangga Kecil dari Tanzania Bisa Dongkrak Produksi Sawit Indonesia 10–15 Persen
Pedang Bermata Dua Bernama AI, Indonesia Berlari atau Tergilas?
Bukan 21 Hari Lalu Habis, Bahlil Bongkar Cara Kerja Stok BBM Indonesia di Tengah Perang
Hati-hati! 11 Aplikasi Populer di HP Anda Ini Ternyata Buatan Mantan Intelijen Israel
Apple Pangkas Komisi App Store China Jadi 25 Persen Setelah Tekanan Regulator Beijing