• Kamis, 4 Juni 2026

Lukisan Kontroversial Tikus dalam Burung Garuda Viral, Pelukis Rokhyat Ungkap Luka Politik Indonesia

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 15:46 WIB
Lukisan Rokhyat 'Tikus dalam Burung Garuda' menyuarakan kritik tajam terhadap korupsi, memicu diskusi hangat tentang integritas bangsa.
Lukisan Rokhyat 'Tikus dalam Burung Garuda' menyuarakan kritik tajam terhadap korupsi, memicu diskusi hangat tentang integritas bangsa.

Sulawesitoday - Lukisan berjudul Tikus dalam Burung Garuda karya Rokhyat, seniman asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah mencuri perhatian dan menuai kontroversi di kalangan pecinta seni serta masyarakat luas.

Karya yang mengusung simbol burung Garuda—lambang negara Indonesia—ini, secara eksplisit, menggambarkan keberadaan tikus-tikus di dalam tubuhnya.

Tikus-tikus tersebut dijadikan metafora atas korupsi, keserakahan, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik, yang seharusnya menjadi penjaga keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam karyanya, Rokhyat dengan berani mengangkat isu-isu mendasar yang selama ini menggerogoti moralitas dan sistem pemerintahan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa lukisan tersebut merupakan refleksi nyata atas kondisi bangsa saat ini.

"Meskipun Garuda menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan nasional, kenyataannya kita dihadapkan pada birokrasi yang banyak diselimuti praktik korupsi dan kepentingan pribadi. Jabatan bukanlah alat untuk memperkaya diri, melainkan amanah yang harus dijalankan demi kebaikan bersama," ujarnya melalui keterangan tertulis yang menyertai karya tersebut.

Pesan kritis yang disampaikan melalui lukisan ini mendapat respon beragam. Di satu sisi, banyak masyarakat mengapresiasi keberanian Rokhyat dalam menyuarakan kritik sosial melalui medium seni.

Karya Tikus dalam Burung Garuda telah viral di media sosial, mengundang berbagai komentar positif yang menganggapnya sebagai cermin realitas pahit yang harus segera diatasi.

Di sisi lain, sejumlah pejabat mengutuk karya tersebut karena dianggap terlalu provokatif dan menyudutkan pihak tertentu, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan elit pemerintahan.

Karya kontroversial ini dipamerkan di Badri Gallery, Banjarmasin, hingga 18 Maret 2025 sebagai bagian dari pameran bertajuk Maestro.

Pameran tersebut menampilkan 15 karya terbaik Rokhyat yang konsisten mengusung tema moralitas, keadilan, dan integritas.

Lukisan yang satu ini menjadi sorotan utama karena simbolismenya yang kuat dan relevansi pesan yang diusungnya dengan kondisi sosial-politik saat ini.

Baca Juga: Tawuran Pelajar di Bandar Lampung: 35 Terduga Pelaku Ditangkap, Senjata Tajam Disita

Melalui Tikus dalam Burung Garuda, Rokhyat membuktikan bahwa seni tak sekadar sebagai hiburan visual, melainkan juga alat efektif untuk refleksi dan perubahan.

Karya ini diharapkan dapat mendorong diskursus publik yang lebih mendalam mengenai pentingnya penegakan integritas dan transparansi di setiap lini pemerintahan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini