Sulawesitoday - Lukisan berjudul Tikus dalam Burung Garuda karya Rokhyat, seniman asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tengah mencuri perhatian dan menuai kontroversi di kalangan pecinta seni serta masyarakat luas.
Karya yang mengusung simbol burung Garuda—lambang negara Indonesia—ini, secara eksplisit, menggambarkan keberadaan tikus-tikus di dalam tubuhnya.
Tikus-tikus tersebut dijadikan metafora atas korupsi, keserakahan, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik, yang seharusnya menjadi penjaga keadilan dan kesejahteraan rakyat.
Dalam karyanya, Rokhyat dengan berani mengangkat isu-isu mendasar yang selama ini menggerogoti moralitas dan sistem pemerintahan di Indonesia. Ia menegaskan bahwa lukisan tersebut merupakan refleksi nyata atas kondisi bangsa saat ini.
"Meskipun Garuda menjadi simbol kekuatan dan kebanggaan nasional, kenyataannya kita dihadapkan pada birokrasi yang banyak diselimuti praktik korupsi dan kepentingan pribadi. Jabatan bukanlah alat untuk memperkaya diri, melainkan amanah yang harus dijalankan demi kebaikan bersama," ujarnya melalui keterangan tertulis yang menyertai karya tersebut.
Pesan kritis yang disampaikan melalui lukisan ini mendapat respon beragam. Di satu sisi, banyak masyarakat mengapresiasi keberanian Rokhyat dalam menyuarakan kritik sosial melalui medium seni.
Karya Tikus dalam Burung Garuda telah viral di media sosial, mengundang berbagai komentar positif yang menganggapnya sebagai cermin realitas pahit yang harus segera diatasi.
Di sisi lain, sejumlah pejabat mengutuk karya tersebut karena dianggap terlalu provokatif dan menyudutkan pihak tertentu, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan elit pemerintahan.
Karya kontroversial ini dipamerkan di Badri Gallery, Banjarmasin, hingga 18 Maret 2025 sebagai bagian dari pameran bertajuk Maestro.
Pameran tersebut menampilkan 15 karya terbaik Rokhyat yang konsisten mengusung tema moralitas, keadilan, dan integritas.
Lukisan yang satu ini menjadi sorotan utama karena simbolismenya yang kuat dan relevansi pesan yang diusungnya dengan kondisi sosial-politik saat ini.
Baca Juga: Tawuran Pelajar di Bandar Lampung: 35 Terduga Pelaku Ditangkap, Senjata Tajam Disita
Melalui Tikus dalam Burung Garuda, Rokhyat membuktikan bahwa seni tak sekadar sebagai hiburan visual, melainkan juga alat efektif untuk refleksi dan perubahan.
Karya ini diharapkan dapat mendorong diskursus publik yang lebih mendalam mengenai pentingnya penegakan integritas dan transparansi di setiap lini pemerintahan.
Artikel Terkait
Menteri P2MI Karding Sebut BLK-LN Palu, Solusi Inovatif Atasi Pengangguran
Kemenkumham Buat Konten Hak Cipta, Agnez Mo Ungkap Rahasia Sistem Royalti Global
Keamanan Ala Hollywood, Aplikasi Bodyguard Canggih Kini Hadir di New York
Video Viral Kecelakaan Tol Cipularang: Muatan ATK Berserakan, Dua Minibus Terdampak
Tawuran Pelajar di Bandar Lampung: 35 Terduga Pelaku Ditangkap, Senjata Tajam Disita